Perjuangan Teguh Syukri: Rela Tak Jajan demi Hafal Al-Qur'an

26 February 2026 18:37

Di balik dinding keterbatasan ekonomi keluarga, seorang santri asal Padang, Sumatera Barat, membuktikan bahwa tekad kuat dan keyakinan teguh mampu menembus segala rintangan. Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, Teguh Muhammad Syukri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur'an.

Teguh saat ini berstatus sebagai santri tingkat Tsanawiyah di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Bait Qur'any, Ciputat, Tangerang Selatan. Remaja tangguh ini lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Sang ayah berprofesi sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga.

Menabung Uang Jajan demi Masuk Pesantren

Sejak kecil, Teguh telah menyimpan mimpi besar untuk hidup berdampingan dengan Al-Qur'an. Sadar akan kondisi finansial keluarganya, ia rela menyisihkan uang jajan, bahkan kerap menahan diri untuk tidak jajan sama sekali, demi mengumpulkan biaya masuk pesantren.

"Karena sejak madrasah ibtidaiyah (MI), saya selalu berangan-angan agar bisa hidup bersama Al-Qur'an. Agar saya bisa menjadi penghafal Al-Qur'an 30 juz untuk membanggakan kedua orang tua, serta memasangkan mahkota kepada mereka di surga kelak," ungkap Teguh.

Namun, ujian berat menghampiri. Tabungan yang telah ia kumpulkan bertahun-tahun dengan penuh pengorbanan terpaksa digunakan oleh orang tuanya untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Teguh mengaku sangat terpukul, tapi ia memilih bersabar dan meyakini bahwa Tuhan selalu memiliki jalan terbaik bagi hamba-Nya.
 

Baca juga:
Ikram Afdal Teguh Kejar Mimpi Hafiz Quran di Tengah Ujian Bencana

Kesabaran dan doa Teguh akhirnya berbuah manis. Keajaiban datang melalui kehadiran seorang donatur dermawan yang bersedia membiayai seluruh pendidikannya hingga ia berhasil menginjakkan kaki di pesantren.

Ujian tak berhenti sampai di situ. Teguh sempat kembali diuji ketika sang donatur meninggal dunia. Namun, pintu rezeki lain kembali terbuka melalui bantuan-bantuan baru yang memungkinkannya untuk terus melanjutkan perjuangan.

Di pesantren, rutinitas ketat menghafal kitab suci menjadi makanan sehari-hari. Rasa lelah, kantuk, hingga godaan khas remaja untuk bermain, menjadi musuh yang harus ia taklukkan dengan kedisiplinan dan niat baja.

Ingin Mengubah Nasib Keluarga

Kini, setelah resmi menyandang predikat hafiz 30 juz, Teguh merangkai harapan baru. Ia bertekad menjadikan hafalannya sebagai jalan untuk menebar manfaat bagi masyarakat luas dan mengangkat derajat keluarganya dari jerat kemiskinan.

"Ketika saya sudah lulus dari pondok pesantren ini, saya ingin menjadi orang yang bermanfaat di tengah-tengah umat. Saya juga ingin mengubah nasib keluarga saya yang mungkin saat ini dalam keadaan terpuruk," tutur Teguh.

"Saya berharap dengan belajar dan menghafal Al-Qur'an 30 juz, nasib keluarga yang tadinya sulit bisa berubah menjadi sangat baik," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)