Penumpukan Kapal di Muara Angke Mulai Terurai

2 February 2026 22:49

Kepadatan ribuan kapal nelayan yang sempat melumpuhkan kolam Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, kini mulai terurai. Otoritas pelabuhan memastikan akses keluar masuk kapal kembali terbuka berkat patroli rutin dan penertiban alur pelayaran yang dilakukan secara intensif.

Sebelumnya, kondisi pelabuhan sempat kritis dengan penumpukan mencapai lebih dari 1.300 kapal di satu titik terpadat. Secara keseluruhan, tercatat ada sekitar 2.500 kapal yang memadati seluruh area pelabuhan, membuat aktivitas pergerakan nyaris lumpuh.

Namun, sejak dilakukan penertiban pada pertengahan Januari lalu, situasi berangsur membaik. Hingga akhir Januari, data otoritas mencatat sebanyak 252 kapal sudah berhasil keluar untuk melaut, menyisakan sekitar 1.000 unit kapal yang masih bertahan di area pelabuhan.
 

Baca juga:
Kapal Nelayan Bertumpukan di Muara Angke, Nelayan Sulit Melaut

Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Andang Setiawan, menjelaskan bahwa fenomena penumpukan ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor. Selain antrean solar subsidi dan proses administrasi perizinan, cuaca buruk menjadi penyebab paling dominan yang menahan nelayan untuk melaut.

"Faktor utama yang membuat kapal menumpuk tahun ini adalah cuaca ekstrem," ujar Andang dikutip dari Primetime News Metro TV, Senin 2 Februari 2026.

Andang menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait seperti KKP, Polair, dan UP3 akan terus menggelar patroli dalam beberapa hari ke depan. Hal ini dilakukan untuk menertibkan kapal-kapal yang masih bandel menutupi jalur, guna memastikan alur pelayaran tetap terbuka.

"Kondisi kolam sekarang sudah mulai terbuka alur keluar masuknya. Patroli akan terus dilaksanakan untuk menertibkan kapal yang masih membandel," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)