29 August 2026 09:05
Gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 menyisakan dampak memprihatinkan bagi layanan kesehatan di Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gedung Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) setempat mengalami kerusakan parah hingga memaksa tenaga kesehatan (nakes) memberikan pelayanan di luar ruangan.
Lantaran kondisi bangunan yang retak dan risiko ambruk akibat gempa susulan, para nakes kini menggelar layanan pemeriksaan kesehatan di bawah pohon cokelat. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan nakes maupun warga yang berobat.
Selain kendala gedung, akses logistik obat-obatan pun terputus. Hal ini disebabkan jalur utama menuju Puskesmas Mapitara tertimbun material longsor sejak Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu, sehingga pasokan obat di Poskesdes Egon Gahar kini mulai habis.
Tak hanya itu, keterbatasan jaringan internet di wilayah tersebut juga menjadi hambatan besar. Usai melakukan pemeriksaan, para nakes harus berjalan kaki memasuki area hutan atau perkebunan warga hanya untuk mencari sinyal. Hal ini dilakukan agar mereka bisa berkonsultasi dengan dokter terkait penanganan medis warga.
“Kami terpaksa pelayanan di luar karena kondisi bangunan sudah banyak yang retak, pengaruh gempa tanggal 15 Agustus. Kami membutuhkan tenda, obat-obatan juga sudah habis karena kalau harus ke puskesmas ambil, tidak bisa lewat karena longsor,” ujar Kepala Poskesdes Egon Gahar, Maria Anselmia Rismawati dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Hingga kini, warga dan petugas kesehatan di wilayah terpencil tersebut berharap adanya bantuan segera, baik berupa tenda darurat maupun pembukaan akses jalan yang tertutup longsor guna menormalkan kembali layanan kesehatan.