BI Optimis Rupiah Menguat pada 2027

11 June 2026 15:56

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (USD). Proyeksi tersebut sejalan dengan asumsi makro ekonomi yang telah disusun pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

“Terhadap nilai tukar, kami juga memperkirakan tahun 2027 rupiah akan menguat dalam kisaran rerata Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS. Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa tahun depan rupiah akan menguat,” ujar Perry Warjiyo dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis 11 Juni 2026. 

Dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Perry menjelaskan bahwa keyakinan Bank Indonesia terhadap penguatan rupiah didasarkan pada lima faktor utama. Menurutnya, kondisi ekonomi global diperkirakan membaik pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 3,1 persen. Perbaikan ini diyakini mampu meningkatkan sentimen positif terhadap negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi domestik yang terjaga, inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang terkendali, serta cadangan devisa yang memadai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi internasional.


Faktor lainnya berasal dari kebijakan pemerintah di sektor ekspor, termasuk penerapan sistem ekspor satu pintu dan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam melalui Danantara. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat arus devisa dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Bank Indonesia juga menekankan pentingnya komitmen pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan. Di samping itu, sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi faktor penentu dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Meski mengakui gejolak global masih sulit diprediksi, BI meyakini kondisi ekonomi dunia pada 2027 tidak akan seburuk tahun sebelumnya. Optimisme tersebut menjadi landasan bagi proyeksi penguatan rupiah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka menengah.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)