Di tengah kesibukan luar biasa, banyak perempuan seringkali melupakan pentingnya menjaga diri sendiri. Padahal, merawat diri adalah kunci agar tetap tangguh dalam menjalankan peran sehari-hari.
Dokter dari Esther Aesthetic Clinic, dr. Berliana Kurniawati menekankan bahwa self-care bukanlah bentuk pemborosan atau sekadar memanjakan diri secara berlebihan, melainkan sebuah investasi jangka panjang.
"Coba ubah mindset bahwa ke klinik kecantikan itu adalah investasi untuk masa tua agar bisa aging gracefully, sama halnya dengan menabung kesehatan melalui olahraga rutin," ujar dr Berliana.
Menunggu waktu luang untuk melakukan perawatan seringkali berujung pada pengabaian diri karena waktu tersebut jarang tercipta jika tidak benar-benar mengagendakannya. Dampak dari pengabaian ini tidak hanya terlihat secara fisik seperti penuaan dini dan kulit kusam, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental.
Dr. Berliana menjelaskan adanya fenomena skin-brain axis, yaitu hubungan erat antara kondisi otak dan kulit. Stres emosional yang berkepanjangan dapat memicu respon peradangan pada kulit, seperti munculnya jerawat atau kambuhnya eksim. Sebaliknya, kondisi kulit yang bermasalah dapat meningkatkan tingkat stres, menciptakan sebuah 'lingkaran setan' yang mengganggu stabilitas emosi perempuan.
Pentingnya Self-Reward untuk Menurunkan Hormon Stres
Melakukan perawatan di klinik estetika berfungsi sebagai self-reward yang secara medis dapat menurunkan hormon kortisol (hormon stres). Sebagai gantinya, tubuh akan memproduksi hormon kebahagiaan seperti endorfin, serotonin, dan dopamin.
"Ketika kita melakukan perawatan, kita merasa lebih disayang dan diperhatikan. Hal ini membuat emosi lebih stabil, tidak sensitif, dan tidak mudah lelah sehingga performa dalam keseharian menjadi lebih optimal," tambah dr. Berliana.