Ini Negara dengan Durasi Puasa Tercepat di Dunia-Lensa Ramadan

19 February 2026 15:06

Jakarta: Bulan suci Ramadan menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia untuk menjalankan ibadah puasa.

Selama Ramadan, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, tahukah Sobat MTVN Lens bahwa durasi puasa di setiap negara bisa berbeda-beda?

Perbedaan ini membuat ada wilayah dengan waktu puasa yang relatif lebih singkat dibandingkan negara lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh posisi geografis dan panjang siang hari di masing-masing wilayah.
 

 

Mengapa durasi puasa berbeda?

Melansir data dari Goodstats, perbedaan durasi puasa terjadi karena waktu pelaksanaan puasa mengikuti siklus matahari di setiap wilayah, yakni sejak fajar hingga matahari terbenam. Lama siang dan malam dipengaruhi oleh rotasi dan revolusi Bumi serta letak suatu negara terhadap garis khatulistiwa.

Wilayah yang berada lebih dekat ke kutub mengalami variasi panjang siang yang lebih ekstrem, sedangkan negara di sekitar khatulistiwa cenderung memiliki durasi siang dan malam yang lebih stabil sepanjang tahun. Karena itu, lama puasa di berbagai belahan dunia bisa sangat bervariasi.

Negara dengan durasi puasa tercepat

Berdasarkan data dari Islamic Finder, berikut beberapa kota dengan durasi puasa relatif lebih singkat pada Ramadan 2026:
  • Paris, Prancis: sekitar 11 jam 33 menit
  • Nuuk, Greenland: sekitar 11 jam 42 menit
  • Reykjavik, Islandia: sekitar 11 jam 42 menit
  • Helsinki, Finlandia: sekitar 11 jam 44 menit
  • Moskow, Rusia: sekitar 11 jam 44 menit
Durasi tersebut bisa berubah setiap tahun tergantung posisi Matahari dan waktu masuk Ramadan dalam kalender Masehi.

Fenomena global Ramadan

Perbedaan lama puasa menunjukkan bagaimana Ramadan dijalankan dalam kondisi geografis yang beragam di seluruh dunia. Meski durasinya berbeda, esensi ibadah puasa tetap sama, yakni menahan diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat empati sosial.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa keberagaman kondisi alam tidak mengurangi makna spiritual Ramadan bagi umat Islam di mana pun berada.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)