Cerita Muhammad Jawad Tempuh Jalur Darat untuk Dievakuasi dari Iran

11 March 2026 21:29

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri berhasil memulangkan gelombang pertama warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Sebanyak 22 WNI telah tiba dengan selamat di tanah air setelah menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat menuju perbatasan Azerbaijan.

Salah satu WNI yang berhasil dievakuasi, Muhammad Jawad, menceritakan proses pemulangan yang ia jalani bersama istrinya. Jawad yang menetap di Kota Masyhad, sekitar 12 jam perjalanan dari ibu kota Teheran, mengaku mulai mendapatkan imbauan dari KBRI Tehran sejak agresi pertama terjadi pada 28 Februari 2026.

"Pihak KBRI Tehran mengeluarkan surat evakuasi bersifat sukarela. Kami mengisi formulir tersebut lalu berangkat menuju Tehran, kemudian dilanjutkan perjalanan darat selama 7-8 jam menuju Astara, perbatasan Iran dan Azerbaijan," ujar Jawad dalam Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu 11 Maret 2026. 

Proses evakuasi ini melibatkan koordinasi lintas perwakilan, mulai dari KBRI Tehran, KBRI Baku di Azerbaijan, hingga KJRI Istanbul di Turki. Setibanya di perbatasan, para WNI disambut oleh jajaran KBRI Baku sebelum akhirnya diterbangkan kembali ke tanah air.
 

Baca juga:
Iran Kecam Bungkamnya PBB atas Serangan AS-Israel

Situasi di Iran: Internet Putus, Logistik Stabil

Meskipun Kota Masyhad tempat tinggalnya tidak menjadi target serangan langsung, Jawad mencatat perubahan signifikan dalam akses komunikasi. Sejak serangan pertama, pemerintah Iran memutus jaringan internet internasional, sehingga aplikasi seperti WhatsApp, Telegram, dan Instagram tidak dapat diakses.

"Kami sedikit kesulitan memberi informasi ke keluarga di Indonesia karena jaringan aplikasi non-Iran diputus. Namun, sesama WNI masih bisa berkomunikasi melalui aplikasi lokal yang masih bisa diakses di dalam Iran," jelasnya.

Terkait kondisi kebutuhan pokok, Jawad memastikan tidak terjadi panic buying maupun krisis pangan. Aktivitas perbelanjaan masyarakat tetap berjalan normal dan terkendali. Namun, suasana duka menyelimuti negara tersebut setelah pengumuman meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah setempat menetapkan libur nasional selama tujuh hari dan masa duka selama 40 hari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)