Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi per hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Ketibaan kepala negara di Sekolah Rakyat Banjarbaru Kalimantan Selatan disambut hangat oleh para siswa Sekolah Rakyat.
Didampingi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, presiden disambut oleh pertunjukan seni para siswa Sekolah Rakyat. Usai pertunjukan budaya selesai, para siswa berfoto bersama dan menyalami Presiden Prabowo.
Apa itu Sekolah Rakyat?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa
Sekolah Rakyat adalah langkah strategis pemerintahan Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan.
Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi siswa-siswa yang berasal dari desil 1 dan desil 2. Desil 1 adalah 10% penduduk termiskin. Sementara desil 2 adalah 10% penduduk kedua termiskin dari keseluruhan penduduk Indonesia.
Pemerintah menargetkan keseluruhan Sekolah Rakyat bisa menampung dan mendidik kurang lebih 16 ribu siswa lewat jenjang SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat.
Presiden Tinjau Pelaksanaan MBG di Sekolah Rakyat
Setelah menyaksikan pertunjukkan budaya, Presiden Prabowo meninjau para siswa yang mengkonsumsi makanan bergizi yang dibagikan kepada mereka.
Pemerintah dalam APBN 2025 yang telah selesai, mengalokasikan sekitar Rp2,14 triliun untuk program sekolah rakyat.
Sementara itu, untuk tahun ini tahun 2026 dalam era APBN pemerintah merencanakan anggaran kurang lebih Rp24,9 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan secara permanen Sekolah Rakyat dan berbagai fasilitasnya.