Mengenal ROV, Robot Canggih untuk Menjelajah Laut Dalam-Melek Teknologi

16 September 2026 08:44

Jakarta: Laut dalam menyimpan berbagai ekosistem dan biota yang masih terus diteliti. Namun, untuk menjangkau wilayah tersebut, peneliti tidak selalu harus mempertaruhkan keselamatan penyelam manusia. Kehadiran teknologi robotik bawah air menjadi solusi modern untuk mengamati, meneliti, dan menjaga kelestarian biota laut di kedalaman ekstrem secara aman dan efisien.

Teknologi utama yang menjadi andalan dalam riset bawah laut ini adalah Remotely Operated Vehicle (ROV). Robot bawah air ini dikendalikan dari jarak jauh melalui kabel penghubung khusus dan dibekali dengan berbagai perlengkapan canggih seperti kamera beresolusi tinggi, sistem pencahayaan, hingga lengan mekanis.

Melansir Telkom University, di Indonesia, penerapan teknologi ROV salah satunya telah dilakukan dalam riset Telkom University di kawasan Pulau Biawak dan Pangandaran. Tanpa merusak terumbu karang atau mengganggu ekosistem sekitar, ROV merekam data visual yang kemudian diolah menggunakan teknik image processing untuk memetakan serta mendeteksi kondisi kesehatan terumbu karang secara akurat.

 

Keunggulan ROV dalam Eksplorasi Laut

Berikut adalah beberapa keunggulan utama penggunaan ROV dalam eksplorasi dan konservasi laut:

  • Menjangkau Kedalaman Ekstrem dan Minim Risiko

ROV mampu menyelam hingga kedalaman yang tidak mungkin dicapai oleh penyelam manusia, sekaligus mengurangi risiko keselamatan jiwa.

  • Durasi Operasional Lebih Lama

Tidak terbatas oleh kapasitas tabung oksigen, ROV dapat bertahan dan beroperasi di bawah air dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang.

  • Presisi dan Dokumentasi Akurat

Dilengkapi dengan sistem penentuan posisi (positioning) yang presisi, ROV memudahkan peneliti mencatat dan mendokumentasikan lokasi spesifik terumbu karang atau biota laut yang diamati.

Nah, penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) menjadi salah satu pijakan penting bagi perkembangan riset kelautan dan upaya konservasi bawah laut di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan peneliti menjangkau wilayah laut yang sulit diakses sekaligus mengumpulkan data tanpa harus mengganggu ekosistem di sekitarnya.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X