Pemerintah Targetkan Produksi BBM E20 dari Tebu dalam Dua Tahun

17 September 2026 20:23

Pemerintah menargetkan produksi bahan bakar minyak (BBM) campuran bioetanol 20 persen atau E20 dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Tanaman tebu diproyeksikan menjadi bahan baku utama dalam langkah strategis ini guna mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus menekan angka ketergantungan pada impor BBM fosil.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan pilar krusial yang harus berjalan beriringan dengan program swasembada pangan, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan penciptaan lapangan kerja.

"Bagi saya, saya harus amankan pangan, jadi swasembada pangan. Habis itu kita harus amankan BBM. Yang kita harus segera atasi adalah kelaparan anak-anak ya, stunting, dan kemiskinan absolut, kemiskinan ekstrem. Jadi ya kita ingin semua lebih cepat, tapi insyaallah ya kita akan berhasil capai sasaran kita," tegas Presiden Prabowo dikutip dari Prioritas Indonesia, Metro TV, Kamis 17 September 2026. 
 



Sejalan dengan visi Kepala Negara, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa target produksi E20 dapat direalisasikan sesuai tenggat waktu. Guna menjamin pasokan bahan baku, pemerintah membagi tugas antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya, dan Danantara nanti industrinya ya. Mengkonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu ya, menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare," papar Zulkifli Hasan.

Ia merinci bahwa penyediaan lahan 2 juta hektare tersebut akan tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, dan pulau-pulau lainnya. Sementara Danantara akan memegang peran sentral dalam membangun fasilitas industri pengolahan bioetanol.

Pemerintah menargetkan seluruh pasokan bioetanol untuk program E20 ini disokong murni oleh produksi domestik. Implementasinya akan diberlakukan secara bertahap, sebagai fondasi pijakan sebelum melangkah ke sasaran bauran energi jangka panjang yang lebih besar, yakni E50.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X