Prabowo Fokus Amankan Pangan, BBM, dan Aliran Uang ke Luar Negeri

Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Foto: dok Metro TV.

Prabowo Fokus Amankan Pangan, BBM, dan Aliran Uang ke Luar Negeri

Ade Hapsari Lestarini • 16 September 2026 16:51

Bogor: Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah hal mendasar yang menjadi fokus pemerintahannya. Mulai dari mengamankan swasembada pangan, menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM), hingga mengurangi aliran uang ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi mengenai kinerja para pembantunya di Kabinet Merah Putih.

Prabowo mengatakan, pemerintah perlu fokus terlebih dahulu pada persoalan-persoalan mendasar mengingat kompleksitas masalah yang dihadapi Indonesia. Ia mengibaratkan kabinet sebagai sebuah kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti, striker, hingga pemain cadangan.

"Tapi saya katakan juga kepada tim, ingat ya, ibaratnya kita satu kesebelasan sepak bola, ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu, karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus kepada hal yang mendasar," kata dia.

Menurut Prabowo, salah satu persoalan mendasar yang harus diamankan adalah pangan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan.

"Sebagaimana diketahui, ujar Prabowo, hal yang mendasar bagi dia adalah harus mengamankan pangan, sehingga semua harus swasembada pangan."

Selain pangan, Prabowo menyoroti kebutuhan untuk mengamankan pasokan BBM. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar Indonesia tidak terlalu terdampak oleh kondisi yang terjadi di sejumlah negara lain.

Salah satu langkah yang disebut Prabowo untuk mengamankan pasokan energi adalah pengembangan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit melalui program B50. Pemerintah juga, kata dia, akan melakukan peralihan secara besar-besaran ke tenaga surya.

"Setelah itu, baru mengamankan BBM sehingga Indonesia tidak separah banyak negara lain. Demi mengamankan pasokan BBM, salah satu antisipasi pemerintah yakni membuat B50 dari kelapa sawit, lalu besar-besaran beralih ke tenaga surya," kata Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Foto: dok Metro TV.
 

 

Kurangi aliran uang ke luar negeri


Prabowo juga menyoroti aliran uang Indonesia ke luar negeri. Menurut Prabowo, kondisi tersebut perlu diperbaiki agar lebih banyak sumber daya ekonomi dapat diamankan dan dimanfaatkan di dalam negeri.

"Baru tentunya kita harus memperbaiki yang sekian puluh tahun aliran uang itu ke luar negeri, ini yang harus kita amankan. Kedua, bagi saya, yang kita harus segera atasi adalah kelaparan anak-anak, stunting dan kemiskinan absolut, kemiskinan ekstrem," tambah dia.

Selain itu, Prabowo mengatakan pemerintah perlu menyelamatkan anggaran dari kebocoran. Dana yang dapat diamankan, menurut dia, kemudian bisa diinvestasikan pada sejumlah sektor yang mampu menghasilkan devisa dan membuka lapangan kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih. Ia mengatakan para menteri tetap bekerja dan mengambil inisiatif masing-masing, meskipun terdapat sejumlah kementerian yang tidak berada di garis depan dalam menangani persoalan-persoalan mendasar tersebut.

"Tapi mereka (para menteri) mengerti, dan mereka itu ya bekerja secara inisiatif masing-masing. Jadi, kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira, antara lain mungkin untuk promosi orang. Tentunya kita, organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place, kompetensi," kata dia.

Prabowo menegaskan penempatan personel dalam pemerintahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi masing-masing.

(Ade Hapsari Lestarini)