8 August 2026 10:42
ASEAN memperingati 59 tahun berdirinya pada 8 Agustus 2026. Organisasi regional Asia Tenggara yang awalnya hanya beranggotakan lima negara kini telah berkembang menjadi wadah kerja sama 11 negara di kawasan.
Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 8 Agustus 2026, ASEAN resmi berdiri pada 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Pembentukan ASEAN dilatarbelakangi keinginan negara-negara Asia Tenggara untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di tengah situasi politik kawasan yang penuh ketegangan.
Dalam perjalanannya, keanggotaan ASEAN terus bertambah. Brunei Darussalam bergabung pada 1984, kemudian Vietnam pada 1995, Laos dan Myanmar pada 1997, serta Kamboja pada 1999.
Setelah melalui proses panjang, Timor Leste resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN pada 2025. Bergabungnya Timor Leste menjadi babak baru dalam integrasi kawasan sekaligus memperluas cakupan kerja sama ASEAN di Asia Tenggara.
Selain menjaga stabilitas politik dan keamanan, ASEAN juga memperkuat kerja sama di bidang ekonomi. Pembentukan ASEAN Free Trade Area atau AFTA menjadi salah satu upaya untuk memperlancar perdagangan dan investasi antarnegara anggota.
Kerja sama tersebut kemudian berkembang melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mendorong integrasi pasar dan meningkatkan daya saing ekonomi kawasan. Hingga kini, kerja sama ASEAN mencakup tiga pilar utama, yakni politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial dan budaya.
Memasuki usia 59 tahun, ASEAN menghadapi berbagai tantangan baru, mulai dari persaingan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, hingga perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Dari sebuah deklarasi yang ditandatangani lima negara di Bangkok pada 1967, ASEAN kini berkembang menjadi salah satu organisasi regional yang berpengaruh. Semangat kerja sama dan persatuan antarnegara anggota menjadi fondasi utama ASEAN dalam menghadapi dinamika kawasan dan tantangan global.