PM Thailand Anutin Charnvirakul saat berbicara di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. (Metrotvnews.com)
Tantangan Global Kian Kompleks, ASEAN Didorong Perkuat Diri dan Tetap Relevan
Muhammad Reyhansyah • 4 August 2026 16:08
Jakarta: Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul memaparkan tiga prioritas yang dinilai perlu menjadi fokus ASEAN dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks, yakni memperkuat regionalisme, meningkatkan ketahanan kawasan, serta memastikan organisasi tetap relevan bagi masyarakat.
Berbicara di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026, Anutin mengatakan dunia saat ini menghadapi perubahan yang jauh berbeda dibanding saat ASEAN didirikan hampir enam dekade lalu.
Rivalitas geopolitik, gangguan rantai pasok, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga konflik di berbagai kawasan menuntut ASEAN memperkuat diri dari dalam.
"ASEAN harus memperkuat diri dari dalam agar mampu menghadapi tekanan dari luar. Saat berinteraksi dengan dunia, kita juga harus menjaga pilihan strategis dan memperluas kemitraan," kata Anutin.
Menurutnya, keputusan yang diambil ASEAN saat ini akan menentukan apakah organisasi tersebut tetap mampu membentuk masa depannya sendiri dan menjadi kekuatan yang dipercaya di tingkat regional maupun global.
Perkuat Regionalisme ASEAN
Anutin mengatakan prioritas pertama adalah memperkuat regionalisme ASEAN melalui penguatan persatuan dan sentralitas organisasi di tengah dunia yang semakin terfragmentasi.Ia menilai prinsip konsensus dan nonintervensi tetap menjadi fondasi ASEAN. Namun, kedua prinsip tersebut perlu diterapkan secara fleksibel agar organisasi mampu menjaga persatuan sekaligus mengambil langkah yang bermakna dalam menghadapi berbagai tantangan kawasan.
Sebagai contoh, Anutin menyebut penyelesaian krisis Myanmar menjadi salah satu ujian bagi kemampuan ASEAN dalam menjaga persatuan kawasan. Menurutnya, Lima Poin Konsensus (5PC) tetap menjadi kerangka utama penyelesaian konflik, yang perlu dijalankan melalui dialog dan pendekatan yang menyesuaikan perkembangan di lapangan.
Bangun Ketahanan Kawasan
Prioritas kedua, lanjut Anutin, adalah membangun ketahanan kawasan (greater resilience). Menurutnya, ketahanan tidak lagi sekadar berarti mampu pulih setelah krisis terjadi, tetapi juga mempersiapkan kawasan sebelum gangguan muncul.Karena itu, ASEAN perlu memperdalam integrasi melalui pembangunan rantai pasok yang andal, ketahanan energi dan pangan, konektivitas digital, serta peningkatan kapasitas teknologi.
Ia juga mendorong ASEAN memperluas kemitraan dengan negara-negara berkekuatan menengah (middle powers) dan negara-negara Global South yang memiliki komitmen terhadap sistem internasional yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan.
"Tujuannya bukan untuk menutup diri, tetapi tetap terbuka dengan posisi yang lebih kuat," ujarnya.
ASEAN Harus Tetap Relevan
Anutin mengatakan prioritas terakhir adalah memastikan ASEAN tetap relevan di mata masyarakat melalui hasil nyata yang dapat dirasakan langsung.Menurutnya, ASEAN harus terus menjadi platform yang dipercaya oleh para mitra internasional sekaligus mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan lintas batas, seperti penipuan daring (online scam), kejahatan siber, dan perdagangan orang.
Selain itu, organisasi juga perlu mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan serta memperkuat institusi ASEAN agar setiap keputusan yang diambil dapat diimplementasikan secara efektif.
"Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menilai ASEAN dari hasil yang mampu kita berikan," pungkas Anutin.
Baca juga: PM Thailand Dorong ASEAN Terapkan Pendekatan Bertahap Atasi Krisis Myanmar