Presiden Prabowo Puji Bahlil Sosok Pemimpin Sejati

7 August 2026 19:46

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto, menghadiri acara peluncuran buku bertajuk 10 Karya Nyata untuk Negeri yang merangkum perjalanan hidup dan dedikasi Bahlil Lahadalia. Acara yang digelar di The Ballroom, Jakarta Theater, Jakarta Pusat, itu bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-50 Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM itu.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan pandangan mendalam mengenai filosofi kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin besar tidak lahir secara instan atau sekadar karena faktor keturunan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dengan tantangan dan penderitaan.

"Kondisi yang memberatkan, rintangan, dan hambatan, justru merupakan hal yang membesarkan seorang pemimpin. Hampir bisa dikatakan, orang yang tidak pernah menghadapi kesulitan atau penderitaan tidak akan menjadi pemimpin sejati," ujar Prabowo dalam tayangan Breaking News Metro TV, Jumat 7 Agustus 2026. 

Presiden Prabowo juga menyinggung latar belakang Bahlil Lahadalia yang berasal dari keluarga sederhana. Ia menekankan bahwa kecerdasan tidak selalu datang dari bangku sekolah formal yang ternama, melainkan dari tempaan hidup dan doa restu orang tua, khususnya peran seorang ibu.

"Kecerdasan itu mungkin didapat dari orang tua. Bagaimanapun ajaran agama kita mengatakan surga ada di telapak kaki ibu. Mungkin Pak Bahlil menjadi seperti sekarang karena pengorbanan ibunya yang luar biasa," tambah Presiden.


Dalam momen tersebut, Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Bahlil. Untuk Bahlil, Prabowo memberinya nilai 88.

"Saya termasuk susah kasih nilai. Nilai 100 itu milik Tuhan, 99 milik MPR, 98 milik Presiden. Jadi kalau menteri dapat 88 atau 89, itu sudah memuaskan sekali," kata Prabowo. 

Selain berbicara tentang sosok Bahlil, Presiden Prabowo memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan target ambisius pemerintahannya dalam tiga tahun ke depan. Ia berkomitmen untuk melakukan perbaikan infrastruktur sosial secara masif di seluruh Indonesia.

"Tahun depan target kita 100 ribu sekolah, dan dalam tiga tahun ke depan, semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki. Begitu juga dengan semua Puskesmas yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan, akan kita benahi demi rakyat kita yang paling tidak berdaya," ucapnya.

Acara peluncuran buku ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menko PMK Pratikno, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala BIN Herindra, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih lainnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X