Bahlil Luncurkan Buku '10 Karya Nyata untuk Negeri' Bahas Perjalanan hingga Hilirisasi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. Foto: Metro TV.

Bahlil Luncurkan Buku '10 Karya Nyata untuk Negeri' Bahas Perjalanan hingga Hilirisasi

Anggi Tondi Martaon • 7 August 2026 15:42

Jakarta: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluncurkan buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. Buku tersebut menceritakan perjalanan hidup Bahlil.

Bahlil menyampaikan salah satu bagian buku membahas tentang pengelolaan sumber daya alam (SDA). Terutama soal hilirisasi.

"Saya ingin menceritakan ujung daripada buku itu adalah hasil doktrinisasi yang diperintahkan Pak Prabowo kepada kami waktu menjadi Timses menjabarkan bagaimana pengelolaan sumber daya alam," kata Bahlil dikutip dari Metro TV, Jumat, 7 Agustus 2026.

Di dalam buku tersebut, Bahlil menyampaikan hilirisasi yang berjalan selama ini belum sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 dan Pancasila. 

Baca Juga :

BKPM Catat Investasi Hilirisasi Batu Bara Capai USD2,3 Miliar

"Dalam temuan saya, bahwa hilirisasi dalam temuan saya bahwa hilirisasi belum seutuhnya sesuai dengan Pasal 33 UUD dan Pancasila Sila kelima. Buku ini adalah autokritik," ungkap Bahilil.

Di dalam buku tersebut, Bahlil juga menceritakan soal kritik yang disampaikan sejumlah pihak terkait implementasi hilirisasi. Salah satunya disampaikan mendiang Faisal Basri dan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 yang mengkritik bahwa hilirisasi yang dilakukan hanya menguntungkan pihak luar.

"Setelah kita kaji karena memang investasinya dari luar karena kita tidak mau membiayai itu," sebut Bahlil. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. Foto: Metro TV.

Dia bersyukur era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memahami persoalan tersebut. Sehingga, Kepala Negara memutuskan hilirisasi dibiayai oleh Danantara.

"Dan alhamdulillah karena Bapak Presiden mengerti betul bagaimana tujuan dari hilirisasi sekaran yang mengelola dan membiayai hilirisasi adalah Danantara. Jadi Ini yang menjadi apresiasi bagi kami," ujar Bahlil.

(Anggi Tondi)