EFF 2026, Presiden Prabowo Targetkan Perdagangan Indonesia-Rusia Naik Dua Kali Lipat

3 September 2026 16:17

Presiden Prabowo Subianto menyerukan penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) 2026 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia. Dalam forum tersebut, Presiden menargetkan volume perdagangan bilateral kedua negara dapat meningkat hingga dua kali lipat.

Presiden Prabowo menekankan bahwa Samudra Pasifik bukanlah pemisah, melainkan jalan raya yang menghubungkan ekonomi Indonesia dan Rusia. Ia menilai kedua negara memiliki potensi besar untuk saling melengkapi karena perbedaan sumber daya yang dimiliki.

"Rusia memiliki gandum, pupuk, energi, sains, teknik canggih. Indonesia memiliki minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, dan angkatan kerja muda. Serta gerbang menuju 680 juta penduduk ASEAN," ujar Presiden Prabowo dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 3 September 2026. 

Pembangunan Berbasis Kesejahteraan Rakyat

Mengusung tema pembangunan untuk kepentingan rakyat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa filosofi ekonomi Indonesia adalah realisme dan pragmatisme yang berfokus pada kesejahteraan orang banyak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus dirasakan langsung di meja makan setiap keluarga.

"Pembangunan harus diukur di meja makan keluarga biasa. Apakah anak-anak menerima makanan bergizi. Apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil produksinya dengan harga yang wajar," ungkapnya. Prabowo. 
 



Ia juga memaparkan program unggulan Indonesia, seperti pemberian makanan bergizi gratis untuk anak-anak dan ibu hamil, swasembada pangan, serta percepatan hilirisasi industri untuk menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Pertumbuhan Perdagangan yang Signifikan

Berdasarkan data 2025, perdagangan bilateral Indonesia-Rusia telah mendekati angka USD5 miliar, meningkat 21,7 persen dari tahun sebelumnya. Presiden optimis angka ini akan terus melonjak seiring dengan rencana pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) pada awal 2027.

"Pencapaian ini barulah permulaan. Ini bukanlah batas maksimal. Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tujuan yang jelas untuk melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Uni Ekonomi Indonesia-Eurasia," pungkasnya. 

Melalui sinergi ini, Presiden Prabowo berharap kekayaan sumber daya alam di kedua wilayah dapat diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih bermartabat dan sejahtera bagi rakyat Indonesia maupun Rusia.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X