Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Foto: BPMI Setpres
Prabowo Sebut Indonesia Pintu Masuk Bisnis Eurasia ke ASEAN
Muhammad Reyhansyah • 3 September 2026 16:09
Vladivostok: Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia sebagai pintu masuk alami bagi bisnis Eurasia menuju pasar ASEAN.
Menurut Prabowo, posisi Indonesia sebagai pasar terbesar di kawasan serta hub Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menjadi modal untuk mempererat konektivitas ekonomi Eurasia dan Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pembukaan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
Sementara itu, Indonesia memiliki berbagai produk yang berpotensi diperluas ke pasar Rusia, termasuk minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, dan barang konsumsi.
Prabowo kemudian menyoroti posisi Indonesia sebagai pintu masuk menuju pasar ASEAN yang memiliki sekitar 680 juta penduduk.
"Untuk bisnis Eurasia, Indonesia adalah pintu masuk alami ke ASEAN," ujar Prabowo, dikutip dari siaran langsung yang diunggah Viory.
Posisi tersebut, kata Prabowo, semakin diperkuat dengan adanya perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA).
Prabowo juga mengundang Rusia dan seluruh anggota EAEU untuk mempererat konektivitas Eurasia dengan Asia Tenggara melalui hubungan perdagangan.
Dia mengaitkan upaya tersebut dengan pengalaman ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan selama hampir enam dekade. Menurut Prabowo, stabilitas tersebut telah memberikan ruang bagi negara-negara ASEAN untuk mengembangkan perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi.
"Indonesia sekarang mengundang Rusia dan setiap anggota EAEU untuk membantu memperluas peace dividend tersebut dengan menghubungkan Eurasia lebih erat dengan Asia Tenggara," ujarnya.
Prabowo menilai penguatan konektivitas ekonomi perlu berjalan bersamaan dengan peningkatan hubungan bisnis dan perdagangan. Karena itu, dia juga mendorong pembangunan jalur pelayaran langsung dengan Rusia agar jadwal, biaya, asuransi, dan muatan perdagangan menjadi lebih dapat diprediksi.