Karhutla di Ketapang Terus Berulang, Diduga Dipicu Pembuangan Puntung Rokok Sembarangan

17 September 2026 10:04

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terus berulang dan berdampak serius terhadap kesehatan warga serta aktivitas pendidikan.

Dikutip dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 17 September 2026, kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia, seperti praktik pembukaan lahan dengan cara membakar serta pembuangan puntung rokok secara sembarangan. Kondisi lahan gambut yang mengering membuat api sangat cepat menyebar dan tersimpan di bawah permukaan tanah.

Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan berkala. Petugas menghadapi tantangan berat karena meski permukaan tanah sudah basah disiram, bara api di dalam lapisan gambut masih terus menyala.
 


Berdasarkan data BPBD setempat, sebagian wilayah Ketapang telah mengalami kemarau ekstrem panjang tanpa hujan hingga 77 hari. Meskipun hujan berdurasi 45 menit sempat turun di Kecamatan Simpang Dua, Simpang Hulu, dan Tumbang Titi, curah hujan tersebut tidak merata. Saat ini, masih terdeteksi empat titik panas (hotspot) kategori tinggi dan 10 titik panas kategori sedang di wilayah tersebut.

Dampak asap karhutla kini kian mengancam kesehatan warga. Pemantauan IQAir mencatat indeks kualitas udara berada di angka 161 dengan kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif seperti balita, ibu hamil, lansia, dan penderita asma. Terpaparnya wilayah tersebut oleh kabut asap juga memaksa anak-anak sekolah menjalani pembelajaran dari rumah yang telah berlangsung selama satu bulan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X