Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang.
Karhutla Gunung Butak dan Kawi Meluas hingga Wilayah Blitar
Daviq Umar Al Faruq • 17 September 2026 07:37
Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawi meluas hingga wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Medan curam dan angin kencang menyulitkan tim gabungan memadamkan api.
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang mengonfirmasi titik api telah merambat jauh ke sisi lereng selatan. Area terimbas di wilayah administratif Blitar tersebut dipastikan masuk ke dalam kawasan Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.
"Api sudah mulai merambat ke sisi lereng selatan Gunung Butak. Itu masuk wilayah administratif Kabupaten Blitar, masuknya Desa Krisik," ujar Administratur Perum Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, dikutip Kamis, 17 September 2026.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, pergerakan si jago merah diperkirakan telah memasuki kawasan Blitar sejak Selasa, 15 September 2026. Kecepatan angin yang tinggi mengakibatkan vegetasi kering di sepanjang jalur lereng terlahap dengan sangat cepat.
"Api sudah masuk Blitar itu perkiraan kami sudah sejak kemarin, karena api bertiup cukup kencang," tutur Kelik.
Total luas lahan yang hangus terbakar di area Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar diperkirakan telah mencapai 1.050 hektare. Meski helikopter water bombing sudah dikerahkan selama tiga hari berturut-turut, upaya pelumpuhan api dari udara belum membuahkan hasil maksimal.
"Upaya pemadaman dengan water bombing dilakukan selama tiga hari ini berturut-turut dan api belum juga padam," kata Kelik.
Pada Rabu, 16 September 2026, helikopter sempat melakukan pemandian air sebanyak 11 kali hingga pukul 11.00 WIB. Namun, seluruh operasi udara terpaksa dihentikan total karena situasi cuaca yang dinilai sangat membahayakan penerbangan.
"Hari ini saja, water bombing sudah dilakukan 11 kali sampai pukul 11.00 WIB. Namun karena kondisi anginnya bertiup kencang, akhirnya water bombing tidak bisa dilanjutkan karena membahayakan juga untuk penerbangan helikopter," jelas Kelik.
Sektor pemadaman jalur darat juga menghadapi tantangan ekstrem akibat topografi lereng yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan. Petugas di lapangan kini berfokus membuat sekat bakar secara manual guna menahan laju perambatan api agar tidak meluas.
"Upaya pemadaman melalui darat terkendala medan yang sulit, namun demikian tetap dilakukan upaya penyekatan api dengan membuat sekat bakar secara manual," beber Kelik.
Pelokalisiran dan pemantauan pergerakan api dilakukan dari sejumlah posko siaga di sekitar lereng Gunung Buthak-Kawi. Ratusan personel gabungan disebar secara bergelombang dari lima hingga enam posko pemantauan.
“Ada pos di Ngantang, Pujon Selatan, Pendakian Buthak-Panderman, Selorejo, Wagir atau Krecek, masing masing posko mengirimkan personel untuk membantu pemadaman maupun melakukan lokalisir perembetan api,” ungkap Kelik.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang.
Kebakaran ini merupakan lanjutan dari kebakaran di kawasan Pujon, Kabupaten Malang, yang terjadi sejak Selasa, 1 September, dan sempat dinyatakan padam pada Kamis, 10 September 2026. Namun, penyisiran darat pada Jumat, 11 September, sempat memastikan tidak ada lagi titik api.
Situasi berbalik drastis pada Sabtu malam, 12 September 2026, saat angin kencang kembali menerjang kawasan vegetasi tinggi tersebut. Bara api yang tersisa kembali membakar dua titik lereng di Gunung Butak serta Gunung Kawinajang hingga akhirnya meluas ke wilayah Blitar.