Karhutla Gunung Kawi dan Butak Hanguskan 1.050 Hektare Lahan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang.

Karhutla Gunung Kawi dan Butak Hanguskan 1.050 Hektare Lahan

Daviq Umar Al Faruq • 16 September 2026 20:30

Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, belum mereda. Memasuki hari ke-16 sejak awal kejadian pada 1 September 2026, amukan si jago merah kini telah menghanguskan sedikitnya 1.050 hektare lahan.

Kondisi makin mengkhawatirkan setelah kobaran api dilaporkan membelah ke kawasan selatan lereng gunung dan meluas hingga menjangkau kawasan Gunung Putri Tidur.

Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Kelik Djatmiko, membenarkan bahwa proses pemadaman kian sulit. Jalur medan yang terjal serta vegetasi kering membuat api kian buas melahap area hutan sekitarnya.

"Sampai saat ini api belum bisa dipadamkan. Luas lahan yang terdampak sampai saat ini sudah 1.050 hektare," kata Kelik di Malang, Rabu, 16 September 2026.

Sebagai langkah penanganan cepat, tim penanggulangan bencana sempat menggempur titik api menggunakan helikopter *water bombing*. Namun, cuaca buruk membatasi ruang gerak operasi udara tersebut.

"Hari ini saja, water bombing sudah dilakukan sebanyak 11 kali sampai pukul 11.00 WIB. Namun karena angin bertiup kencang, water bombing tidak bisa dilanjutkan karena membahayakan penerbangan helikopter," beber Kelik.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang.

Terhentinya bantuan udara membuat tumpuan pemadaman kini dialihkan sepenuhnya kepada lebih dari 100 personel gabungan di darat. Petugas disebar dari enam posko strategis—yakni Ngantang, Pujon Selatan, Pendakian Butak-Panderman, Selorejo, dan Wagir—untuk melokalisasi perembetan api.

Eskalasi kebakaran ini memuncak usai api sempat dinyatakan padam pada 10-11 September 2026. Namun, tiupan angin kencang pada Sabtu malam, 12 September 2026, kembali memicu sisa bara hingga membesar.

Petugas Mulai Terserang ISPA

Kondisi di lapangan selama 16 hari berturut-turut ini tak ayal memaksa para petugas bekerja ekstra keras. Guna memastikan kondisi fisik garda terdepan tetap prima, tim medis Puskesmas menerjunkan layanan kesehatan gratis di posko penanganan darurat Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon.

Hasil pemeriksaan terhadap 31 personel gabungan (TNI, Polri, Polhut, BPBD, dan relawan) menunjukkan mayoritas petugas mulai terserang keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan tensi darah akibat kelelahan serta paparan asap pekat. Tim dokter langsung mengintervensi dengan memberikan pengobatan dan vitamin secara gratis. Kapolsek Pujon, AKP Rudy Hidajanto, menegaskan ancaman karhutla ini memerlukan atensi khusus, termasuk menjaga keselamatan personel.

“Kita sebagai petugas yang siaga di lokasi rawan kebakaran harus selalu update situasi guna menentukan langkah pencegahan yang tepat. Keselamatan warga dan perlindungan pendaki juga menjadi tugas utama kita," tegas Rudy.

Di sisi lain, Kasi Humas Polres Batu, Iptu M Huda Rohman, mengapresiasi soliditas lintas sektor yang terbangun di posko-posko penanganan darurat.

"Koordinasi yang terjalin baik ini harus terus dipertahankan agar setiap langkah pencegahan, mitigasi, hingga perlindungan terhadap warga dapat berjalan terarah, cepat, dan berbasis data akurat di lapangan," pungkas Huda.

(Lukman Diah Sari)