Kemenkes Catat 113 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla

Juru Bicara Kemenkes Widyawati menyampaikan situasi ISPA di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan. (Dokumentasi/ BNPB)

Kemenkes Catat 113 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla

Silvana Febiari • 10 September 2026 16:39

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 113.336 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kasus tersebut tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota.

"Situasi ISPA pada wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan update di tanggal 9 September 2026 terdapat laporan kasus 113.336 total kumulatif kasus ISPA-nya," kata Juru Bicara Kemenkes Widyawati, dalam konferensi pers, Kamis, 10 September 2026.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.545 kasus terjadi pada kelompok usia 0-5 tahun. Sementara 86.791 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun.

"Kemudian kasus ISPA tertanggal 9 September 2026 ada 4.080," ungkapnya. 

Untuk mendukung penanganan kesehatan, Kemenkes telah memobilisasi tenaga kesehatan di tujuh provinsi terdampak karhutla. Personel tersebut terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga gizi, epidemiolog, sanitarian, hingga tenaga administrasi kesehatan.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: BPBD Aceh Barat.


Selain itu, Kemenkes telah mendistribusikan 980.315 masker ke wilayah terdampak. Bantuan kesehatan lainnya meliputi 277 unit oxygen concentrator, 41.000 pasang sarung tangan, 36 tabung oksigen, 4.908 alat pelindung diri (APD), serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

"Imbauan yang kita lakukan adalah jangan panik, namun waspada. Kenakan masker pada saat berada di luar ruangan, pantau indeks kualitas udara, perbanyak minum air putih, kunjungi fasyankes bila muncul sesak di masyarakat," imbau Widyawati.

(Silvana Febiari)