Said Abdullah Sebut Prabowo Akan Tepis Keraguan Publik Terkait Kondisi Ekonomi

20 May 2026 10:18

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyampaikan tujuan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan secara langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027. Prabowo ingin menjawab berbagai keraguan publik terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

“Presiden akan menepis keraguan itu, bahwa fiskal kita masih stabil, sehat, dan berkelanjutan. Liquidity-nya masih bagus,” kata Said dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 20 Mei 2026.

Menurut Said, langkah Presiden Prabowo hadir langsung dalam rapat paripurna DPR menjadi sinyal kuat, bahwa pemerintah ingin menunjukkan fundamental fiskal Indonesia masih aman di tengah tekanan global dan pelemahan Rupiah.

Ia menilai pidato Presiden Prabowo penting untuk merespons persepsi negatif yang berkembang terkait keberlanjutan fiskal nasional serta situasi geopolitik dunia yang sedang bergejolak. Said menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap tekanan ekonomi yang terjadi, baik dari faktor global maupun domestik.

Politikus PDIP itu juga menyoroti pelemahan Rupiah yang menurutnya perlu direspons melalui kombinasi kebijakan fiskal dan moneter. Ia berharap Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis melalui penyesuaian suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

“Hari ini kita juga menunggu rapat Gubernur BI. Saya berharap dari perhitungan kami sekitar kenaikannya itu di angka 50 sampai 75 basis poin,” ujarnya.


Selain itu, DPR masih akan mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional pada semester kedua tahun ini untuk menentukan perlu atau tidaknya APBN Perubahan. Evaluasi tersebut akan melihat sejumlah indikator, termasuk harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Meski tekanan ekonomi masih membayangi, Said menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tetap cukup kuat dan prudent. Ia meminta investor tidak terlalu khawatir, karena pemerintah terus menyiapkan langkah mitigasi agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

"Fiskal kita masih stabil, fiskal kita masih sehat, fiskal kita masih berkelanjutannya diukur dari fundamental masih oke. Sehingga untuk 2026 ini, tekanan ada. Jangan kemudian kita berkata atau berpikir bahwa tidak ada tekanan dan sebagainya baik global maupun domestik," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)