Presiden Prabowo Kunker ke Inggris, Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Pendidikan

20 January 2026 18:10

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Inggris untuk memulai agenda kunjungan kerja selama satu pekan di Eropa. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral serta memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris yang telah terjalin sejak 1949.

Setibanya di London, Presiden Prabowo disambut sejumlah pejabat Inggris dan Indonesia, di antaranya Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, perwakilan pemerintah Inggris, serta jajaran diaspora dan pelajar Indonesia. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Presiden menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan para mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Inggris.

Dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor Perdana Menteri. Pertemuan tersebut akan membahas new strategic partnership, khususnya di bidang ekonomi dan maritim. Selain itu, Presiden juga diagendakan melakukan kunjungan kehormatan kepada Raja Charles III di St. James’s Palace.

Presiden Prabowo turut didampingi sejumlah menteri, yakni Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
 

Baca juga: Bertemu Royal Foundation, Menhut Dorong Penguatan Hutan Adat

Kerja Sama Maritim Bernilai Strategis

Dalam pertemuan bilateral, Indonesia dan Inggris akan secara resmi meluncurkan rencana kerja sama maritim yang sebelumnya telah disepakati dalam pertemuan virtual kedua pemimpin pada November 2025. Kerja sama tersebut bernilai sekitar 4 miliar pound sterling atau setara Rp92 triliun, dan diproyeksikan membuka sekitar 1.000 lapangan kerja.

Kerja sama ini mencakup pengembangan kapasitas maritim TNI Angkatan Laut, pembangunan lebih dari 1.000 armada kapal bagi nelayan Indonesia oleh perusahaan pertahanan Inggris, serta investasi besar di sektor galangan kapal. Program ini diharapkan mampu merevitalisasi komunitas nelayan, memperkuat pertahanan dan keamanan maritim, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Penjajakan Kerja Sama Pendidikan Tinggi

Selain sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga menjajaki kerja sama pendidikan tinggi dengan Inggris. Presiden dijadwalkan menghadiri diskusi round table di King’s College London bersama sejumlah universitas unggulan yang tergabung dalam Russell Group, seperti University of Oxford, University of Edinburgh, University of Glasgow, dan University of Liverpool.

Pemerintah Indonesia mendorong universitas-universitas tersebut untuk membangun kampus-kampus baru di Indonesia, terutama di bidang teknologi dan ilmu kedokteran. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)