Klaim Lumpuhkan Kekuatan Iran, Trump: Kami Padamkan Apinya

1 May 2026 18:23

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan keras terkait konflik dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan Teheran memiliki senjata nuklir, sekaligus mengklaim telah melumpuhkan kekuatan strategis Iran.

Ia mengklaim bahwa pemerintahannya saat ini sedang bekerja keras untuk memadamkan api yang tengah bergejolak di negara tersebut. "Kami sedang padamkan apinya. Apinya berkobar di negara yang sangat indah, Iran," ujar Trump, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jum'at 1 April 2026.  

Salah satu poin utama yang ditekankan Trump adalah keunggulan alutsista udara AS, khususnya pesawat bomber B-2. Trump menyebut pesawat tersebut sebagai instrumen kunci yang telah melumpuhkan infrastruktur nuklir Teheran.

"Mereka ingin memiliki senjata nuklir. Kalau kita tidak menggunakan pesawat yang bagus ini. Pesawat bomber B-2. Dari jauh kelihatannya kecil, tapi aslinya sangat besar. Tampak tidak terlalu kuat tapi sangat dahsyat," ucapnya. 

Lebih lanjut, Trump mengklaim bahwa serangan militer AS telah memberikan dampak yang menghancurkan bagi struktur pertahanan Iran. Ia menyebut jajaran pimpinan militer Iran telah disapu bersih, yang mengakibatkan krisis kepemimpinan di dalam negeri Iran sendiri. 



Menurut Trump, pihak Iran sangat ingin mencapai kesepakatan diplomatik, namun AS  menghadapi kendala karena tidak adanya kejelasan mengenai siapa yang memegang kendali kepemimpinan di sana saat ini. 

"Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Tapi mereka sendiri tidak tahu siapa pemimpinnya," kata Trump. 

Selain melumpuhkan pusat komando, Trump juga memaparkan kerugian besar pada kekuatan maritim Teheran. Ia mengeklaim bahwa hampir seluruh kekuatan militer Iran telah musnah, termasuk tenggelamnya 159 kapal angkatan laut mereka ke dasar laut.

"Para pemimpin mereka sudah dilumpuhkan bersama seluruh kekuatan militernya, hampir seluruh kekuatan militernya. Bayangkan saja, 159 kapal dari angkatan lautnya tenggelam di laut dalam," ucapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)