Iran Peringatkan Prancis dan Inggris Tak Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz

13 May 2026 14:16

Pemerintah Iran telah memperingatkan Prancis dan Inggris agar tidak mengerahkan kapal angkatan laut kedua negara tersebut ke kawasan Selat Hormuz. Teheran menegaskan bahwa langkah militer dari pihak luar hanya akan memperburuk situasi dan meningkatkan ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Peringatan ini muncul menyusul keberhasilan sebuah kapal tanker minyak melintasi selat tersebut dengan mengikuti rute yang telah ditentukan oleh Otoritas Iran. Iran menilai pengerahan kekuatan militer asing dengan dalih perlindungan pelayaran merupakan bentuk militerisasi yang tidak perlu.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyampaikan keberatan pemerintahnya melalui sebuah unggahan di media sosial. Ia menyatakan bahwa kehadiran kapal perang dari luar kawasan di sekitar Selat Hormuz tidak lebih dari sekadar upaya peningkatan krisis di jalur vital tersebut.
 

Baca juga: Australia Bergabung dalam Operasi Multinasional Amankan Pelayaran Selat Hormuz

Lebih lanjut, Iran memperingatkan bahwa setiap kehadiran kapal perang Prancis atau Inggris akan dihadapi dengan respons yang tegas dan segera dari Angkatan Bersenjata Iran. Teheran juga menyarankan agar kedua negara Eropa tersebut tidak memperumit situasi keamanan di kawasan.

Menanggapi situasi tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah merencanakan pengerahan angkatan laut secara sepihak di Selat Hormuz. Menurut Macron, yang dimaksud adalah sebuah misi keamanan yang nantinya akan dikoordinasikan langsung dengan pihak Iran.

Sementara Inggris mengumumkan bahwa Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, bersama Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Catherine Vautrin, dijadwalkan akan memimpin pertemuan multinasional pada Selasa. Pertemuan tersebut dilaporkan bakal melibatkan lebih dari 40 negara untuk membahas rencana militer yang bertujuan memulihkan kelancaran perdagangan melalui Selat Hormuz. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)