Imlek Identik dengan Hujan, Kebetulan atau Fenomena Alam?

8 February 2026 07:15

Jakarta: Banyak masyarakat menyadari bahwa perayaan Tahun Baru Imlek kerap disertai hujan. Fenomena ini sering dianggap sebagai kebetulan, bahkan dikaitkan dengan berbagai makna simbolik. 

Meski demikian, para ahli cuaca menegaskan bahwa kondisi tersebut memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan erat dengan pola musim di Indonesia.

Bertepatan dengan Puncak Musim Hujan

Secara kalender, perayaan Imlek umumnya jatuh pada rentang akhir Januari hingga Februari. Periode ini bertepatan dengan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa tingginya curah hujan pada awal tahun dipengaruhi oleh aktivitas Monsun Asia, yakni aliran angin musiman yang membawa massa udara dingin dan lembap dari Benua Asia menuju wilayah Indonesia.
   

Peran Monsun Asia dalam Pembentukan Hujan

Udara lembap yang dibawa Monsun Asia meningkatkan proses pembentukan awan hujan di atmosfer. Kondisi ini membuat potensi hujan, termasuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, menjadi lebih besar.

BMKG mencatat, sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur kerap mengalami peningkatan curah hujan pada periode ini akibat kuatnya aktivitas monsun. Oleh karena itu, hujan yang turun saat Imlek lebih disebabkan oleh faktor musim dan dinamika atmosfer.

Dengan demikian, hujan yang sering menyertai perayaan Imlek bukanlah pertanda tertentu secara ilmiah, melainkan karena waktunya memang bertepatan dengan kondisi cuaca yang mendukung terjadinya hujan.

Meski begitu, dalam sebagian tradisi Tionghoa, hujan justru dimaknai sebagai simbol rezeki, kesuburan, dan keberuntungan. Makna budaya ini hidup berdampingan dengan penjelasan ilmiah yang menjelaskan fenomena tersebut dari sisi sains.

Jika hujan turun saat perayaan Imlek, masyarakat tidak perlu heran. Fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika alam yang wajar terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Memahami pola cuaca dan musim menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan literasi sains di tengah masyarakat.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)