Cahaya Hati - Kemuliaan Tangan Sang Pencari Nafkah

22 February 2026 01:44

Ustadz Das’ad Latif membagikan kisah menyentuh tentang bagaimana Islam memuliakan seorang kepala keluarga yang bekerja keras demi menghidupi keluarganya secara halal. Kisah ini menceritakan pertemuan antara Rasulullah SAW dengan seorang sahabat pasca-perang Badar.

Saat bersalaman, Rasulullah SAW terkejut merasakan tangan lelaki tersebut yang sangat kasar. Ketika ditanya mengenai kondisi tangannya, lelaki itu pun menjelaskan bahwa ia bekerja memecah batu gunung untuk menafkahi anak dan istrinya.

Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW merasa terharu dan melakukan tindakan yang jarang beliau lakukan kepada orang lain, yakni mencium tangan sahabat tersebut. Beliau menegaskan bahwa tangan yang kasar karena bekerja keras mencari nafkah halal adalah tangan yang akan terlindungi dari sentuhan api neraka serta menjauhkan seseorang dari perbuatan batil.
 

Baca juga: Inilah Tiga Orang Merugi di Bulan Ramadan

Ustadz Das’ad Latif menekankan bahwa mencari nafkah bagi umat Muslim bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ibadah yang memiliki aturan tersendiri. 

"Banyak orang bergelimang harta dan jabatan mentereng, tapi didapat dengan menghalalkan segala cara. Harta seperti itu bukannya membawa ketenteraman, melainkan kegelisahan jiwa," ujar Ustadz Das’ad.

Momen bulan Ramadan disebut sebagai waktu yang tepat untuk melatih diri agar tidak menghalalkan segala cara dalam mencari rezeki. Esensi dari ibadah puasa adalah kemampuan mengendalikan diri dari hal-hal yang bahkan sebenarnya halal (seperti makan dan minum di siang hari), agar manusia mampu memisahkan antara yang hak dan yang batil dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kisah sahabat ini, umat Muslim diingatkan bahwa kemuliaan seseorang di mata Allah tidak dilihat dari kemewahan rumah atau jabatan, melainkan dari kejujuran dan kerja keras dalam menjemput rezeki yang berkah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)