Cahaya Hati

Rahasia di Balik Doa yang Belum Terkabul

19 February 2026 19:24

Sering kali, rasa kecewa menyelinap ke dalam hati saat doa dan harapan yang kita panjatkan tak kunjung menjadi kenyataan di dunia. Kelelahan menunggu terkadang membuat manusia mempertanyakan, benarkah doa tersebut berujung sia-sia? Ustaz Das'ad Latif mengajak kita merenungi kembali esensi sebuah doa.

Ustaz Das'ad mengisahkan sebuah momen syahdu di masa Rasulullah SAW. Suatu pagi, usai menunaikan salat Subuh dan berzikir, Nabi Muhammad SAW membalikkan badan dan bertanya kepada para sahabatnya, "Adakah di antara kalian yang bermimpi semalam?" Ketika para sahabat terdiam dan menggeleng, Rasulullah pun mulai bercerita tentang sebuah mimpi menakjubkan yang baru saja dialaminya.

Dalam mimpi tersebut, Allah SWT membawa Rasulullah berjalan-jalan menyusuri keindahan surga. Di sana, beliau menyaksikan seorang hamba yang tengah menerima karunia dan hadiah yang begitu melimpah ruah. Hamba tersebut terperanjat dan bertanya kepada Sang Pencipta. Ia merasa amal kebaikan yang dilakukannya di dunia tidaklah sebanding dengan ribuan hadiah yang ia terima saat itu. "Pahalanya lima, tetapi Allah kasih lima ribu," urai Ustaz Das'ad memberikan perumpamaan.
 

Baca juga:
Hukum Sikat Gigi saat Puasa Ramadan, Boleh atau Tidak?

Jawaban Allah SWT atas keheranan hamba tersebut menjadi pengingat yang menggetarkan hati. Allah menyampaikan bahwa tumpukan pahala dan hadiah besar itu sejatinya adalah ganti atas doa-doanya yang tidak dikabulkan selama ia hidup di dunia. Sang Pencipta menahan doa tersebut semata-mata karena Ia Maha Mengetahui bahwa hamba-Nya tidak akan sanggup memikul beban dari apa yang ia minta saat itu.

Dari kisah indah ini, Ustaz Das'ad membagikan tiga pelajaran mendalam bagi umat Islam. Pertama, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun doa yang diabaikan oleh Allah. Ketika apa yang kita minta selaras dengan ketetapan Allah di dunia, itulah karunia luar biasa yang disebut sebagai Taufik.

Kedua, apabila doa tersebut tak kunjung terwujud di dunia, percayalah bahwa doa itu tidak pernah menguap begitu saja. Allah sejatinya sedang menyimpannya sebagai 'tabungan' yang akan dicairkan menjadi anugerah yang jauh lebih megah di akhirat kelak.

Dan ketiga, hikmah paling mendasar adalah pentingnya merawat prasangka baik (husnuzzan) kepada Sang Pencipta. Jika dunia tidak memberikan apa yang kita minta, yakini dengan sepenuh hati bahwa hal tersebut memang bukan yang terbaik untuk hidup kita.

Ustaz Das'ad mengajak umat Islam untuk memanfaatkan kemuliaan bulan suci Ramadan dengan terus melangitkan doa. Ia berpesan agar kita senantiasa memohon ibadah dan jalan hidup yang terbaik, tanpa pernah merasa lelah atau berputus asa dari rahmat-Nya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)