Wijaya 80 Suarakan Kebebasan Pers Dalam Journalist Day Metro TV 2026

Zein Zahiratul Fauziyyah • 18 February 2026 18:34

Jakarta: Grup musik Wijaya 80 menyuarakan pentingnya menjaga kebebasan pers serta kualitas jurnalisme dalam perhelatan Journalist Day 2026 yang digelar di Jakarta pada Senin, 16 Februari 2026.

Melalui tema "Unity with Empathy", diskusi tersebut menekankan bahwa profesi jurnalis tetap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi publik secara transparan meski di tengah tantangan teknologi digital.

Personel Wijaya 80, Ardhito Pramono yang mengawali karier sebagai penyiar dan bagian dari Pers, menyebut jurnalis sebagai profesi mulia yang rela mengutamakan kepentingan publik. 
 



"Sangat disesali ya adanya jurnalis gadungan, padahal profesi jurnalis memberikan informasi dan rela menyuarakan aspirasi publik dengan transparan. Apalagi jika ada situasi genting, tetap meliput itu keren banget," ujar Ardhito pada saat wawancara.

Senada dengan hal tersebut, Erikson Jayanto juga memuji dedikasi jurnalis yang tetap bekerja demi informasi meski di masa libur hari raya. Ia menilai pengorbanan waktu tersebut merupakan bentuk integritas tinggi terhadap profesi.

Di tengah kemajuan teknologi, Hezky Joe Nainggolan mengingatkan pentingnya kolaborasi antara manusia dengan Artificial Intelligence (AI). Ia menegaskan bahwa kendali atas kebenaran data tetap harus berada di tangan manusia agar informasi yang dihasilkan tidak sekadar menjadi "gorengan" opini dari para pengguna internet.

Mengenai penggunaan teknologi dalam penyampaian berita, Erikson Jayanto menilai bahwa sentuhan manusia tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin. 

"Kalau mendengar jurnalis AI, tidak ada emosinya saat membawakan berita. Kita jadi tidak tenggelam dalam beritanya. Jurnalis pasti punya ciri khas masing-masing," ujar Erikson.
 

Wijaya 80 berharap agar ruang bagi kebebasan pers di Indonesia tetap terjaga tanpa adanya hambatan bagi mereka yang menyuarakan kebenaran. 

"Semoga tetap terjaga kualitasnya dan kebebasan pers tetap dibebaskan ruang-ruangnya. Jangan sampai tertahan lagi aspirasi dan kebebasan untuk menulis kebenaran," tegas Hezky.

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)