.,

Komentar Purbaya Soal Dampak Serangan AS ke Venezuela

6 January 2026 12:35

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi konflik memanas di Venezuela usai serangan Amerika Serikat (AS) dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Ia menilai dampak konflik tersebut terhadap perekonomian Indonesia relatif terbatas, terutama pada pergerakan harga minyak dunia.

Menurutnya, kekhawatiran terkait terganggunya suplai minyak Venezuela tidak signifikan. Ia menyebut AS telah melakukan pengeboran minyak baru, sehingga pasokan global justru berpotensi bertambah. Hal itu membuat harga minyak pun diperkirakan tidak akan melonjak tinggi.

 

Dari sisi pasar keuangan, pasar saham justru merespons positif kenaikan pasokan minyak. Hal ini berarti belum ada dampak besar dari eskalasi konflik yang dipicu kebijakan pemerintahan Donald  Trump tersebut.

Sementara itu, di luar isu ekonomi, Purbaya menyoroti keanehan hukum internasional saat ini. Ia mempertanyakan bagaimana sebuah negara bisa menyerang negara lain tanpa pengawasan dari PBB. “Hukum dunia agak aneh sekarang, negara bisa menyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa get away dari PBB,” kata Purbaya, dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV.

Adapun, ekonomi di AS menunjukkan bahwa dolar melemah dari level tertinggi sebagai mata uang utama pada perdagangan. Hal itu karena para pedagang mengalihkan fokus mereka ke sejumlah data ekonomi AS untuk mencari petunjuk tentang prospek kebijakan moneter. Pasar pun sebagian besar justru mengabaikan peristiwa di Venezuela, setelah serangan AS di wilayah tersebut.


Seperti diketahui, Amerika Serikat melancarkan operasi “skala besar” terhadap Caracas pada Sabtu, yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan ibu negara Cilia Flores. Keduanya diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan pidana di pengadilan New York.

Sekitar 80 orang tewas dalam operasi AS tersebut, lapor The New York Times, mengutip pejabat Venezuela.

Maduro dan Flores kini ditahan di Metropolitan Detention Center dan telah menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba serta dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang ditetapkan sebagai organisasi teroris. 
 
(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)