17 January 2026 17:12
Komunitas Salihara Arts mengawali 2026 dengan menggelar pameran seni rupa bertajuk 'Imba: Dari Abstraksi ke Abstraktisme'. Pameran ini menjadi ruang refleksi perjalanan seni rupa Indonesia, khususnya perkembangan bahasa visual abstrak dari masa ke masa.
Pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi Salihara Arts dengan Artsociates, serta dikuratori oleh Asikin Hasan. Lebih dari 80 karya seni rupa Indonesia dipamerkan, mencakup lintas generasi dari periode 1950 hingga 2025.
Melalui pameran ini, Asikin Hasan mengajak publik menelusuri pergeseran seni rupa Indonesia dari kecenderungan representasional menuju bentuk visual yang lebih otonom. Menurutnya, keterhubungan antara seni modern Indonesia dan tradisi tidak selalu hadir sebagai keputusan sadar, melainkan mengalir secara alami dalam proses kreatif seniman.
Unsur etnis, simbol-simbol lokal, bahkan kaligrafi sering muncul begitu saja dalam karya seniman Indonesia. Bukan sebagai tempelan, melainkan sebagai bagian dari cara berpikir visual.
Sejumlah nama besar dihadirkan dalam pameran ini, di antaranya Fadjar Sidik, Mukhtar Apin, Umi Dachlan, serta seniman generasi muda seperti Gabriel Aris, Galih Adika Paripurna, dan Mujahidin Nurrahman. Karya-karya tersebut merepresentasikan beragam pendekatan abstraksi yang berkembang di Indonesia.
| Baca juga: Kata-Kata Baku KBBI yang Jarang Dipakai Tapi Kaya Makna-Jadi Lebih Paham |