Gelombang Solidaritas untuk Rakyat Iran Meluas di Berbagai Negara

16 January 2026 17:48

Aksi protes dan gelombang solidaritas internasional terus mengalir di sejumlah negara sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Iran. Hal ini terjadi menyusul demonstrasi nasional di Iran yang berakhir dengan kerusuhan dan penindakan keras oleh aparat keamanan.

Di Berlin, Jerman, ratusan orang turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan bagi para demonstran di Iran. Salah satu peserta aksi, seorang warga Iran yang kini menetap di Berlin, mengisahkan kepedihannya terpaksa meninggalkan Tanah Airnya dua tahun lalu. Mantan guru tersebut mengaku tidak lagi merasa aman di rumahnya sendiri akibat tindakan represif pemerintah terhadap aksi protes di sana.

Mereka juga menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik protes berdarah di seluruh negeri yang menargetkan sistem pemerintahan dan menyerukan berakhirnya Republik Islam di Iran.
 

Baca juga: Iran Ingatkan AS soal Opsi Militer dan Dorong Jalur Diplomasi

Solidaritas serupa juga terlihat di Israel, di mana warga keturunan Iran berkumpul untuk berunjuk rasa. Mereka membawa spanduk yang menyerukan kebebasan bagi rakyat Iran dan menyatakan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terjadi. Para demonstran menyatakan harapan agar rakyat Iran bisa mendapatkan kebebasan seperti yang mereka rasakan saat ini.

Gelombang protes di Iran yang pecah sejak 28 Desember lalu awalnya dipicu oleh keruntuhan nilai tukar mata uang Iran. Kondisi ekonomi negara tersebut semakin terpuruk setelah tertekan oleh sanksi internasional terkait program nuklirnya.

Namun, aksi protes tersebut dibayar mahal dengan jatuhnya korban jiwa. Berdasarkan laporan dari kantor berita aktivis hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat, HRANA, penindakan keras oleh pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 2.586 orang.

Konflik yang berkepanjangan ini terus menjadi sorotan dunia internasional, seiring dengan meningkatnya tuntutan akan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat di Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)