.,
11 February 2026 13:56
Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat (Jabar) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menggelar Pasamoan Agung High-Level Meeting yang dihadiri oleh pemprov dan kepala daerah dari seluruh wilayah Jabar. Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kepala Perwakilan BI Jabar, Muhammad Nur, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan harga pangan tetap terjangkau dan pasokan tersedia selama masyarakat menjalankan ibadah keagamaan. Ia berharap harga yang stabil, stok yang aman, dan peningkatan layanan publik dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Nur juga menambahkan bahwa pengendalian inflasi tak hanya berkaitan dengan angka statistik, tetapi juga menyangkut daya beli masyarakat dan keberlanjutan usaha kecil. Berdasarkan evaluasi, tekanan inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran biasanya meningkat, khususnya untuk komoditas pangan strategis, seperti cabai, bawang, daging, serta telur.
“Alhamdulillah neraca pangannya masih surplus semuanya ya. Neraca pangan yang surplus ini yang harus kita pertahankan terus. Caranya bagaimana? Ya tadi, kalau buka lahan luas baru kan mustahil, tapi dengan intensitas ada komoditas yang perlu diperhatikan. Kita tidak hanya memikirkan kerja sama dengan provinsi lain, tapi kabupaten/kota pun kita dorong. Jangan sampai kita penghasil, tapi kabupaten tertentu malah defisit,” ujar Nur.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan meminta para bupati dan wali kota untuk aktif memantau harga serta ketersediaan bahan pokok secara langsung. Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa gejolak pasokan dapat menimbulkan inflasi, dan menekankan pentingnya antisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu aliran pangan.
“Saya tadi memberikan pesan kepada para bupati dan wali kota untuk terus memantau ketersediaan pasokan makanan, pangan, bahan-bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri ini. Kalau ketersediaan ini sudah tercukupi, InsyaAllah harga pun akan stabil. Tapi kalau ketersediaan pangan kurang, otomatis inflasi akan meningkat,” ungkap Erwan.