Ilustrasi bulan suci Ramadan. (Freepik)
Bulan Ramadan Akan Terjadi Dua Kali di 2030, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Willy Haryono • 11 February 2026 12:56
Jakarta: Umat Muslim diperkirakan akan menjalani bulan suci Ramadan dua kali dalam satu tahun Masehi pada 2030 mendatang.
Dikutip dari Gulf News, Rabu, 11 Februari 2026, fenomena ini terjadi akibat perbedaan sistem antara kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan (lunar) dan kalender Gregorian yang berbasis peredaran matahari.
Secara astronomis, tahun Hijriah memiliki 354 hari, atau sekitar 11 hari lebih pendek dibandingkan tahun Masehi. Selisih tersebut membuat awal Ramadan terus bergeser lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Gregorian.
Pada 2030, Ramadan pertama diperkirakan jatuh pada 5 Januari 1451 Hijriah. Sementara itu, Ramadan berikutnya diproyeksikan dimulai pada 26 Desember 1452 Hijriah. Dengan demikian, umat Muslim akan menjalani dua periode puasa dalam satu tahun kalender Masehi.
Secara total, durasi puasa pada 2030 diperkirakan mencapai sekitar 36 hari, terdiri atas 30 hari pada Januari dan enam hari pada akhir Desember. Peristiwa serupa terakhir terjadi pada 1997 dan diperkirakan kembali terulang pada 2063.
Perbedaan panjang tahun antara kalender Hijriah dan kalender matahari juga menyebabkan bulan-bulan dalam kalender Islam berputar melewati seluruh musim dalam siklus sekitar 33 tahun. Karena itu, Ramadan dapat jatuh pada musim yang berbeda dari waktu ke waktu.
Meski perhitungan astronomi dapat memproyeksikan awal Ramadan, penetapan resminya tetap menunggu rukyat atau pengamatan hilal. Banyak negara Islam, termasuk Arab Saudi, mengandalkan observasi langsung, sementara sebagian lainnya memadukan metode ilmiah dan pengamatan visual.
Untuk 2026, Ramadan diperkirakan dimulai antara 17 hingga 19 Februari, dengan kemungkinan hari pertama puasa jatuh pada 18 Februari di UEA. Tanggal pastinya akan diumumkan setelah Komite Penentuan Hilal mengonfirmasi hasil pengamatan bulan sabit.
Sebelumnya, astronom menyatakan hilal Syakban tidak terlihat pada 18 Januari sehingga bulan Rajab digenapkan menjadi 30 hari di banyak negara Muslim. Rajab dikenal sebagai salah satu bulan persiapan spiritual menjelang Ramadan. (Keysa Qanita)
Baca juga: UEA Kurangi Jam Kerja Selama Ramadan 2026, Berlaku untuk Semua Pegawai