Purbaya Pastikan Fiskal Tetap Aman Meski Defisit APBN Rp180,4 Triliun

Defisit APBN Rp180,4 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Kondisi Fiskal Masih Aman

5 June 2026 20:39

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 masih mengalami defisit sebesar Rp180,4 triliun. Defisit tersebut terjadi karena realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun, sementara pendapatan negara baru terkumpul sebesar Rp1.185 triliun.

Meski demikian, Purbaya memastikan kondisi APBN masih berada dalam batas aman. Menurutnya, defisit hingga Mei 2026 baru mencapai 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di bawah target defisit APBN tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB. Purbaya juga menilai sejumlah indikator penerimaan negara menunjukkan tren yang positif. 

"Sampai dengan bulan Mei 2026 ini terus menunjukkan tren positif. Kita lihat pendapatan tumbuh 19,1 persen. Yang paling menarik adalah pendapatan pajak naiknya 22,1 persen," ujar Purbaya dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jum'at 5 Juni 2026. 

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pertumbuhan pendapatan negara tersebut ditopang oleh penerimaan pajak yang mencapai Rp834,4 triliun atau 35,4 persen dari target APBN 2026. Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp123,8 triliun atau 36,8 persen dari target, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp226,4 triliun.

Purbaya mengungkapkan, tren positif juga terlihat pada penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tumbuh 41,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 40,2 persen.


Menurutnya, peningkatan penerimaan negara menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha sedang bergerak ke arah yang lebih baik.

"Bea cukai naik 0,7 persen, sudah positif dua bulan berturut-turut. PNBP naik 19,9 persen. Di bawah lagi ada PPN dan PPNBM tumbuhnya 41,3 persen dibanding tahun lalu. Jadi ini semua menunjukkan bahwa ada perbaikan riil di perekonomian," kata Purbaya.

Ia juga menanggapi kritik yang menyebut perbaikan ekonomi hanya terlihat dalam data statistik dan belum dirasakan masyarakat. Purbaya mengaku terus mencermati kondisi di lapangan dan membandingkannya dengan data ekonomi yang tersedia.

"Ketika ada kritik bahwa ekonomi cuma di kertas saja, tidak di riil ekonomi masyarakat, saya tidak tutup kuping terhadap masukan itu. Saya periksa ke mana-mana dan termasuk melihat data ini. Jadi data ini menunjukkan bahwa perbaikan yang ada di ekonomi betul-betul sedang terjadi," ucapnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)