Terancam Karhutla, Satwa Endemik Kalimantan Lari dari Habitat

23 August 2026 22:47

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan tidak hanya mengancam permukiman dan aktivitas warga, tetapi juga berdampak terhadap satwa liar yang habitatnya terganggu. Bahkan dampak ganasnya kebakaran di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur juga mengancam satwa langka yang masuk kategori dilindungi.

Habitat ribuan satwa orak-arik. Ribuan hektare lahan dan hutan hangus terbakar oleh ganasnya kebakaran di Pulau Kalimantan. Satwa berlarian meninggalkan habitatnya. Mereka terpaksa masuk ke wilayah perkotaan untuk mencari perlindungan dari ancaman kebakaran. 

Salah satu yang bernasib malang adalah seekor Burung Rangkong. Satwa endemik Kalimantan ini ditemukan di sebuah kafe di Kelurahan Gunung Panjang. Kemunculannya di wilayah perkotaan bisa dipastikan ini akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah Berau.
 



Tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Selanjutnya burung yang juga biasa disebut Enggang ini diserahkan ke BKSDA untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan kembali.

“Menangkap laporan Burung Rangkong, burung khas Kalimantan atau Enggang masuk kota dia ya. Mungkin pengaruh asap di hutan sampai dia sudah masuk kota.” ucap Tim Rescue Damkar, Indra, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Minggu, 23 Agustus 2026.

Keluarnya Enggang dari hutan menjadi bukti bahwa kebakaran hutan sangat mengancam ekosistem alam Kalimantan. Berdasarkan pantauan terkini kabut asap di Berau mulai menipis dibanding hari sebelumnya.

Data BMKG Berau mencatat jumlah titik panas mulai menurun menjadi 339 titik. Warga berharap asap dapat segera lenyap dan aparat bisa menyeret orang-orang yang harus bertanggung jawab.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X