Bundaran HI Bersolek Sambut Waisak, Momentum Dongkrak Kunjungan Wisatawan

30 May 2026 19:28

Perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era menjadi momentum yang dimanfaatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. Berbagai rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya yang digelar selama Waisak diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke ibu kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai instansi terkait memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan perayaan Waisak 2026. Selain sebagai peringatan keagamaan, berbagai agenda yang digelar dinilai mampu menghadirkan daya tarik wisata baru dan memperpanjang aktivitas masyarakat selama libur panjang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kegiatan keagamaan yang dikemas dengan baik tidak hanya memperkuat kebersamaan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Jakarta.

"Kalau kita hitung dari mulai Desember sampai Lebaran, perputaran ekonomi di Jakarta mencapai Rp67 triliun rupiah. Itu mengindikasikan bahwa sebuah kegiatan kalau dikemas akan menghasilkan sesuatu. Inilah yang akan menjadi format ke depan, bagaimana kegiatan-kegiatan keagamaan bisa menjadi bagian dari kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi Jakarta," kata Rano Karno dalam tayangan Newsline Metro TV, Sabtu 30 Mei 2026. 

Menurutnya, perayaan Waisak menjadi bagian dari upaya menampilkan kebersamaan di tengah keberagaman warga Jakarta. Selain itu, berbagai kegiatan yang berlangsung selama periode hari besar keagamaan terbukti mampu menarik masyarakat untuk berkunjung dan beraktivitas di berbagai pusat ekonomi.


"Di sinilah inti kebersamaan Jakarta dan juga menghasilkan apa perputaran ekonomi di kota Jakarta ini. Itu adalah satu bukti nyata," ucapnya. 

Senada dengan itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Jakarta Suharini Eliawati menyebut antusiasme masyarakat terhadap perayaan Waisak diyakini berdampak positif terhadap sektor usaha, mulai dari UMKM hingga perhotelan.

"Dengan adanya antusias masyarakat kemudian dengan adanya kawan-kawan yang melakukan usaha-usaha ekonomi kecil tentu itu bagi kita adalah oh ya ternyata perputaran ekonomi di Jakarta bergerak. Kemudian selain itu kami juga bekerja sama dengan BPS, BI Perwakilan Jakarta, dan OJK nantinya kita ingin mendata tingkat hunian hotel yang di sekitar HI itu seperti apa sih dengan adanya pelaksanaan seperti ini," ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman pada momen libur besar seperti Tahun Baru, Nyepi, dan Lebaran, tingkat okupansi hotel di Jakarta dapat meningkat hingga 95 persen. Karena itu, perayaan Waisak tahun ini juga diharapkan memberikan kontribusi serupa terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui berbagai agenda Waisak, Pemprov DKI Jakarta berharap ibu kota semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan dan budaya, tetapi juga ruang bagi perayaan keberagaman dan toleransi yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah maupun luar negeri.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)