1 April 2026 20:07
Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung di Blue House pada Rabu, 1 April 2026, menghasilkan kesepakatan strategis yang menempatkan Indonesia sebagai penyokong utama ketahanan energi Seoul. Kunjungan kenegaraan ini sekaligus menandai peringatan 53 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang kini diarahkan pada penguatan sektor manufaktur dan teknologi.
Dalam pertemuan tersebut, Korea Selatan memastikan langkah untuk mengamankan pasokan gas alam cair atau LNG serta batu bara dari Indonesia. Kebijakan ini diambil oleh Presiden Lee sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian harga minyak dunia yang terus melonjak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Dengan dukungan energi dari Indonesia, pihak Korea Selatan berharap dapat menekan dampak ekonomi dari krisis global tersebut.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi yang saling melengkapi antara kekayaan sumber daya alam serta pangsa pasar Indonesia dengan keunggulan sains dan teknologi yang dimiliki Korea Selatan. Kemitraan ini diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi nasional melalui transfer teknologi yang lebih intensif di masa mendatang.
| Baca juga: Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Republik Korea, The Grand Order of Mugunghwa |