Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo: Tim Forensik Tak Temukan Indikasi Kekerasan dan Racun

30 September 2026 17:23

Tim dokter forensik resmi menyampaikan hasil pemeriksaan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah Sutrimo (42) yang telah dimakamkan selama 19 hari. Berdasarkan pemeriksaan medis ilmiah, tim forensik tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun kandungan zat racun berbahaya pada tubuh almarhum.

"Pemeriksaan toksikologi dari organ beserta tanah yang ada di sekitar pemakaman tidak menemukan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsenik, maupun sianida. Di sisi lain, pemeriksaan menemukan adanya kafein pada organ dan jaringan tubuh." kata Ketua Tim Ekshumasi, dr. Ahmad Yudianto, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 30 September 2026.

Ketua Tim Ekshumasi dan Autopsi menjelaskan bahwa meskipun jenazah ditemukan dalam kondisi pembusukan lanjut, kepastian identitas telah dikonfirmasi sesuai melalui uji DNA. Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, tidak terdeteksi adanya luka atau jejas akibat kekerasan benda tumpul maupun senjata tajam, serta tidak ada patah tulang.

"Pada pemeriksaan tidak ditemukan luka ataupun jejak akibat kekerasan tajam maupun tumpul, serta tidak ditemukan adanya patah tulang yang berkaitan dengan kekerasan." ucap dr. Ahmad.

Selain pemeriksaan fisik, tim forensik melakukan uji toksikologi terhadap organ tubuh dan sampel tanah di sekitar pemakaman. Hasil analisis menunjukkan tidak adanya kandungan zat berbahaya seperti pestisida, alkohol, arsenik, maupun sianida. Namun, tim menemukan adanya kandungan kafein di dalam jaringan dan organ tubuh almarhum.
 



Dari aspek medis patologis, tim menemukan sejumlah faktor risiko serius pada sistem kardiovaskular almarhum. Temuan tersebut mencakup Frank's sign berupa lekukan pada cuping telinga kanan dan kiri, penebalan lemak abdomen, serta pengerasan dan penebalan dinding arteri koroner. Hasil pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi adanya penyempitan lumen pembuluh darah arteri koroner hingga mencapai 75 persen.

Atas dasar rangkaian temuan ilmiah tersebut, tim forensik menyimpulkan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian, dengan kandungan kafein yang ditemukan diduga menjadi faktor pencetus yang memperberat kondisi medis korban.

"Berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersebut, secara keseluruhan baik pemeriksaan luar, dalam, serta pemeriksaan penunjang, maka kami simpulkan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian." jelasnya.

Pihak tim forensik berharap penjelasan medis yang transparan ini dapat memberikan informasi yang jernih kepada publik serta mencegah timbulnya spekulasi yang tidak berdasar.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X