Dikepung Asap Karhutla, Kualitas Udara Palangka Raya Berstatus Bahaya

11 October 2026 22:00

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Tengah terus memburuk. Hari ini, kualitas udara di Kota Palangka Raya resmi masuk dalam kategori berbahaya imbas kepungan kabut asap pekat.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya pada Minggu 11 Oktober 2026, sebanyak 79 titik panas (hotspot) terdeteksi menyala di dalam wilayah kota. Angka ini menjadi bagian dari total 3.898 titik panas yang tersebar dan mengepung seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
 



Selain ancaman meluasnya area kebakaran, memburuknya kualitas udara ini langsung berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat. Data dari Puskesmas Kota Palangka Raya pada Sabtu 10 Oktober 2026 mencatat setidaknya ada 88 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Jumlah tersebut merupakan akumulasi laporan dari 8 puskesmas yang tersebar di wilayah Palangka Raya.

Menghadapi kondisi udara yang berisiko tinggi bagi kesehatan ini, pemerintah daerah dan tenaga kesehatan terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi seluruh aktivitas di luar ruangan.

Warga diwajibkan untuk selalu menggunakan masker pelindung yang sesuai saat terpaksa beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta untuk segera mencari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mulai mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan serius.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X