Black Mold Bisa Ganggu Kesehatan, Kenali Bahaya dan Gejalanya-Tips Kesehatan

Wijokongko • 13 May 2026 09:22

Jakarta: Keberadaan jamur hitam di dalam rumah sering kali dianggap sepele. Padahal, jamur yang tumbuh di sudut lembab dan minim cahaya ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Kondisi rumah yang lembab akibat atau bocor, ventilasi buruk, atau dinding basah menjadi tempat ideal bagi jamur untuk berkembang biak. 
 
Selain menimbulkan bau apak yang mengganggu, paparan spora jamur hitam dalam jangka panjang juga berpotensi menyebabkan alergi, iritasi kulit, hingga memperburuk penyakit asma. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri, penyebab, serta dampak kesehatan dari jamur hitam agar dapat segera melakukan pencegahan.
 

Apa Itu Jamur Hitam

 
Melansir dari laman Universitas Komputer Indonesia, jamur hitam atau black mold memilik nama ilmiah Stachybotrys chartarum. Jamur mikroskopik ini berwarna hitam kehijauan dan termasuk jenis jamur yang berbahaya karena dapat menghasilkan racun alami bernama mikotoksin.
Jamur hitam biasanya tumbuh di area yang lembap, gelap, hangat, dan memiliki sirkulasi udara buruk, seperti dinding basah, plafon bocor, kayu lembap, hingga sudut ruangan yang jarang terkena sinar matahari.
 

Jamur Hitam Berbahaya Bagi Kesehatan

 
Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang dikutip UNIKOM, spora jamur hitam dapat dengan mudah menyebar melalui udara dan terhirup tanpa disadari. Paparan spora tersebut berpotensi memicu gangguan kesehatan ringan hingga berat, terutama jika terjadi dalam waktu lama.
 
Melansir dari Media Indonesia, paparan jamur hitam dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, diantaranya:
 
  • Gangguan pernapasan seperti batuk, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan sesak napas.
  • Memperburuk kondisi asma atau alergi pada sebagian orang. 
  • Menyebabkan iritasi kulit berupa gatal, ruam, hingga eksim.
  • Memicu infeksi serius pada orang dengan sistem imun lemah, seperti pasien kemoterapi atau penderita penyakit autoimun.
  • Menimbulkan gejala lain seperti sakit kepala, mual, pusing, tubuh mudah lelah, hingga gangguan suasana hati.
 
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa paparan mikotoksin dari jamur hitam dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan mental, termasuk meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.

Siapa yang Paling Rentan?

 
Melansir dari The Guardian, terdapat beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami dampak serius akibat paparan jamur hitam, antara lain:
 
  • Bayi anak anak-anak karena sistem pernapasan masih berkembang.
  • Penderita asma dan alergi.
  • Orang dengan penyakit kulit sensitif seperti eksim.
  • Individu dengan daya tahan tubuh rendah atau gangguan imun.
  • Penyebab Jamur Mudah Tumbuh di Rumah
 

Penyebab Jamur Mudah Tumbuh di Rumah

 
Pertumbuhan jamur sebagian besar dipicu oleh kelembaban berlebih di dalam rumah. Ventilasi yang buruk membuat udara lembab terperangkap sehingga menciptakan kondisi ideal bagi spora jamur untuk berkembang.
Karena itu, menjaga sirkulasi udara tetap baik, memperbaiki kebocoran, serta rutin membersihkan area lembab menjadi langkah penting untuk mencegah pertumbuhan jamur hitam di rumah.
 
Melansir dari The Guardian, ada cara untuk mengatasi jamur hitam seperti, yang paling krusial adalah melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kebocoran pipa atau rembesan air sedini mungkin, serta memastikan setiap area yang basah segera dikeringkan secara total. Selain itu, menjaga sirkulasi udara melalui ventilasi yang baik dan mengatur suhu ruangan agar tidak terlalu lembab menjadi kunci utama untuk mencegah spora jamur berkembang biak di area tersembunyi. 
 
Dalam hal penanganan, metode yang digunakan harus disesuaikan dengan tingkat keparahan jamur yang muncul. Untuk noda berskala kecil, pembersihan mandiri masih efektif dilakukan, namun jika jamur sudah menyebar luas pada material seperti plafon atau karpet, bantuan tenaga profesional sangat diperlukan guna mencegah penyebaran spora yang lebih luas. Hal penting yang perlu diingat adalah menghindari menutupi jamur langsung dengan cat tanpa membersihkannya terlebih dahulu, karena tindakan tersebut hanya akan menyamarkan masalah tanpa menghentikan kerusakan struktur dinding dari dalam. 
 
(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)