Waspada Wabah, Ini 3 Metode Mudah Pencegahan Hantavirus di Rumah

Ilustrasi: Freepik

Waspada Wabah, Ini 3 Metode Mudah Pencegahan Hantavirus di Rumah

Riza Aslam Khaeron • 12 May 2026 13:57

Jakarta: Penumpang kapal pesiar Belanda MV Hondius mulai dievakuasi setelah muncul wabah di kapal tersebut yang menewaskan tiga orang. Berdasarkan pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), total kasus hantavirus kini mencapai sembilan kasus.

Wabah di kapal pesiar tersebut disebabkan oleh Virus Andes (ANDV), satu-satunya jenis hantavirus yang dapat menyebar antarmanusia, yang kasusnya belum pernah ditemukan di Indonesia. Hantavirus sendiri merupakan virus zoonosis yang disebarkan oleh hewan pengerat seperti tikus.

Meskipun WHO menyatakan bahwa ancaman wabah tersebut terhadap publik masih rendah, tidak ada salahnya untuk melakukan tindakan pencegahan sekaligus menjaga kebersihan agar tidak muncul penyakit di lingkungan sekitar.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS), berikut adalah panduan komprehensif untuk mencegah munculnya hantavirus:
 

Cara Mencegah Hantavirus

Pencegahan hantavirus berfokus pada strategi tiga langkah utama yang dikenal sebagai Seal Up, Trap Up, dan Clean Up. Pendekatan ini dirancang untuk memutus rantai paparan dengan cara menutup akses masuk tikus, menekan populasi mereka, serta membersihkan area yang terkontaminasi dengan prosedur yang aman.
 

1. Seal Up: Menutup Akses Masuk Tikus


Ilustrasi: CDC

Langkah pertama adalah Seal Up, yaitu menutup setiap celah atau lubang yang bisa menjadi pintu masuk tikus ke dalam hunian. Perlu diingat bahwa tikus sangat fleksibel; mereka dapat menyelinap melalui lubang yang sangat kecil, bahkan hanya seukuran diameter pensil (sekitar 6 mm).

Area-area krusial yang perlu diperiksa dan ditutup meliputi:
  • Celah sempit di sekitar bingkai pintu dan jendela.
  • Lubang di sekitar instalasi pipa (air, gas) serta kabel listrik.
  • Area tersembunyi seperti bagian belakang lemari dapur, bawah wastafel, dan belakang peralatan rumah tangga besar.
  • Ventilasi, loteng, serta celah pada fondasi bangunan.
  • Bagian luar rumah seperti atap, lisplang, dan celah antara tanah dengan fondasi.
Untuk menutup celah kecil, Anda bisa menggunakan steel wool, dempul, atau spray foam. Sedangkan untuk lubang yang lebih besar, gunakan bahan yang lebih kuat seperti kawat kasa baja, semen, atau pelat logam agar tidak mudah digigit oleh tikus.

Selain menutup fisik bangunan, pastikan sumber makanan tidak memancing kehadiran tikus. Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat berbahan plastik tebal, kaca, atau logam. Bersihkan sisa makanan dengan segera dan jangan biarkan pakan hewan peliharaan terbuka semalaman.
 

2. Trap Up: Menekan Populasi dengan Perangkap


Ilustrasi: CDC

Langkah kedua adalah Trap Up, yaitu pengendalian populasi tikus di sekitar area rumah. CDC merekomendasikan penggunaan snap trap (perangkap jepit) di lokasi-lokasi yang menunjukkan tanda keberadaan tikus, seperti adanya kotoran, bekas gigitan, atau sarang.

Berikut adalah panduan efektif penggunaan perangkap:
  1. Pilih perangkap sesuai jenis tikus, karena perangkap untuk mencit dan tikus besar berbeda.
  2. Baca petunjuk penggunaan sebelum memasang perangkap.
  3. Letakkan umpan kecil pada perangkap, seperti selai kacang.
  4. Pasang perangkap di lantai dekat dinding.
  5. Letakkan bagian berumpan menghadap dinding hingga membentuk posisi seperti huruf “T”.
  6. Pasang perangkap di area yang terdapat tanda tikus, seperti kotoran, urin, sarang, bekas gigitan, atau makanan yang rusak.
  7. Tempatkan perangkap di area tertutup, seperti belakang kompor, belakang kulkas, lemari, dan laci.
  8. Jauhkan perangkap dan umpan dari anak-anak serta hewan peliharaan.
  9. Hindari perangkap lem (glue trap) dan perangkap hidup karena dapat membuat tikus stres dan buang air kecil, sehingga meningkatkan risiko paparan virus.
Jika populasi tikus sudah sangat mengkhawatirkan, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan racun tikus dengan tetap mengutamakan prosedur keamanan yang ketat.
 
Baca Juga:
Waspada Penyebaran Hantavirus di Indonesia
 

3. Clean Up: Membersihkan Kotoran Tikus


Ilustrasi: CDC

Langkah terakhir yang sangat penting adalah Clean Up. Hantavirus umumnya menular ketika partikel dari urin, kotoran, atau material sarang tikus terhirup manusia. Oleh karena itu, cara membersihkannya tidak boleh sembarangan.

Hal utama yang harus diperhatikan adalah jangan menyapu atau menyedot debu kotoran tikus dengan vacuum cleaner sebelum area didisinfeksi. Tindakan tersebut dapat membuat partikel berbahaya beterbangan di udara.

Langkah pembersihan yang benar adalah:
  1. Gunakan sarung tangan karet atau plastik.
  2. Semprot area yang terkena urin atau kotoran tikus dengan disinfektan atau larutan pemutih.
  3. Biarkan area tersebut basah selama sekitar lima menit.
  4. Angkat kotoran menggunakan tisu atau handuk kertas.
  5. Buang tisu ke tempat sampah tertutup.
  6. Pel kembali area tersebut menggunakan disinfektan.
  7. Cuci tangan yang masih memakai sarung tangan, lalu lepas sarung tangan dan cuci tangan kembali dengan sabun serta air hangat.
Jika Anda membersihkan bangunan yang sudah lama kosong (seperti gudang atau kabin), buka semua pintu dan jendela selama minimal 30 menit sebelum mulai masuk untuk memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)