Waspada Penyebaran Hantavirus di Indonesia

12 May 2026 10:33

Jakarta: Kasus hantavirus di Indonesia kini menjadi perhatian pemerintah setelah ditemukannya puluhan kasus di sejumlah wilayah. Penyakit yang ditularkan melalui tikus ini dapat menimbulkan gangguan serius pada kesehatan apabila tidak diwaspadai sejak gini.


Apa itu hantavirus?


Hantavirus merupakan virus yang berasal dari hewan pengerat yaitu misalnya tikus liar dan juga dapat menular ke manusia. Di Indonesia, mayoritas kasus yang ditemukan merupakan jenis seovirus yang umumnya menyebar melalui paparan kotoran maupun cairan tubuh tikus yang terinfeksi. 


Bagaimana penularannya?


Untuk cara pendularannya, ini kita bisa lihat bahwa pendularan dari hantavirus ini dapat terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi urin, fesis atau air liurtikus. Di mana virus ini juga dapat menyebar melalui debu di ruangan yang tertutup dan tercemar. Kemudian juga dapat menular melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi hingga gigitan tikus meski kasusnya ini jadi lebih jarang terjadi.

Gejala hantavirus


Apa sih gejala-gejala dari hantavirus ini? Gejala dari hantavirus ini umumnya diawali dengan demam tinggi, kemudian juga nyeri otot, lalu sakit kepala. Penderita juga dapat mengalami mual-mual hingga muntah dan juga bahkan mengalami gangguan pernafasan.

Pada kondisi tertentu infeksi ini bisa berkembang menjadi lebih serius dan bahkan membahayakan nyawa. Bagi yang sudah mengalami gejala-gejala seperti ini, walaupun ini gejala yang cukup general ya pemirsa, tapi tetap harus diwaspadai karena bisa saja ini salah satu gejala dari hantavirus.


Hantavirus terdeteksi di Indonesia


Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sudah ada sebanyak 23 kasus positif hantavirus yang ditemukan di Indonesia sepanjang periode 2024 hingga 2026. Jadi selama 3 tahun kebelakang, dimana dari sebanyak 23 kasus positif, 3 pasien dilaporkan meninggal dunia dan saat ini kasus ini sudah tersebar di 9 provinsi di Indonesia. Sementara itu ada 2 kasus suspek terbaru yaitu di Jakarta dan juga di Yogyakarta yang hingga saat ini masih dipastikan negatif hantavirus dan pasien telah dinyatakan sembuh.

Cegah penyebaran hantavirus


Kita tentu harus mencegah penyebaran dari hantavirus sehingga memang sudah ada sejumlah himbauan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada masyarakat. Yang pertama adalah masyarakat ini dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan rumah dan juga lingkungan.

Ini sangat penting untuk bisa mencegah penyebaran dari hantavirus. Lalu hal selanjutnya adalah hindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya. Ini harus selalu dihindari karena memang menjadi salah satu penyebab penular utama dari hantavirus melalui tikus.

Kemudian juga kita harus selalu menggunakan disinfektan ketika membersihkan area yang berisiko. Jadi jangan langsung dibersihkan pakai tangan tapi kita harus menggunakan disinfektan jadi bisa meminimalisir risiko penularan. Kemudian juga kita harus mengenakan pelindung diri ketika bersih-bersih.

Jadi jangan langsung menggunakan tangan, menggunakan badan, jangan harus menggunakan pelindung diri terlebih dahulu. Dan apabila sudah mengalami gejala setelah paparan, harus segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Lebih baik kita mencegah daripada mengobati.

Jadi ketika memang sudah ada gejala-gejalanya langsung lari ke rumah sakit dilakukan pengecekan. Jangan takut jangan-jangan ini hantavirus justru harus dicek. Karena kalau sudah terdeteksi sejak dini maka risiko penularan dan juga potensi kesembuhan ini akan menjadi lebih tinggi.

Sumber: Redaksi Metro TV

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)