Tingkat Kematian Tinggi, BRIN Ungkap Jenis Tikus Berpotensi Pembawa Hantavirus

Ilustrasi Pexels

Tingkat Kematian Tinggi, BRIN Ungkap Jenis Tikus Berpotensi Pembawa Hantavirus

Muhamad Marup • 11 May 2026 16:12

Jakarta: Kementerian kesehatan turut mengantisipasi penyebaran hantavirus. Hal ini dilakukan usai virus berasal dari tikus tersebut mengakibatkan jatuhnya korban di kapal pesiar yang tengah berlayar dari Argentina menuju Cape Verde.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ristiyanto menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik yang ditularkan melalui rodensia atau hewan pengerat, terutama tikus liar. Beberapa jenis tikus yang diketahui dapat menjadi reservoir hantavirus antara lain:

  • Tikus rumah (Rattus rattus)
  • Tikus got (Rattus norvegicus)
  • Tikus ladang
  • Mencit liar yang hidup di area permukiman, pertanian, atau hutan.
"Salah satu jenis hantavirus yang banyak dibahas adalah Andes virus, ditemukan pada tikus liar (Oligoryzomys longicaudatus) spesies umum ditemukan di kawasan Patagonia, Argentina dan Chile," ujar Ristyanto, dalam keterangan resminya, Senin, 11 Mei 2026.

Tingkat kematian tergolong tinggi

Ristyanto menerangkan, hantavirus dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yaitu infeksi paru berat yang berpotensi menimbulkan gagal napas akut. Penularan umumnya terjadi ketika manusia menghirup partikel halus dari urin, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Ia menambahkan, gejala awal infeksi hantavirus sering menyerupai influenza, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, lemas, hingga gangguan pencernaan. Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis dini kerap terlambat dilakukan.

"Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit," jelasnya.

Ristiyanto menyebutkan bahwa tingkat kematian akibat HPS tergolong tinggi. Persentasenya berkisar 20–35%.

"Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap paparan rodensia dan deteksi dini menjadi faktor penting dalam pencegahan penyakit ini," terangnya.

Kelompok rentan terdampak

Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Simak Kelompok Rentan Terdampak

Ilustrasi Pexels

Sementara itu, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arief Mulyono, mengungkapkan, terdapat kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar hantavirus, di antaranya:
  • Pekerja pertanian
  • Petugas kebersihan
  • pekerja kehutanan
  • Penghuni wilayah pedesaan
  • Masyarakat yang membersihkan gudang atau bangunan tertutup yang lama tidak digunakan.
"Risiko penularan meningkat pada ruangan dengan ventilasi buruk yang terkontaminasi kotoran tikus," ujar Mulyono.

Ia menyarankan masyarakat melakukan langkah pencegahan infeksi hantavirus. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Menutup akses masuk tikus ke dalam rumah
  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
  • Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.
"Area tersebut sebaiknya disemprot disinfektan terlebih dahulu dan tidak langsung disapu agar partikel debu tidak beterbangan di udara," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)