Ilustrasi Pexels
WHO Imbau 12 Negara Terkait Hantavirus, Bagaimana Situasi Indonesia?
Muhamad Marup • 11 May 2026 15:18
Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengimbau 12 negara terkait potensi penyebaran hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar yang berlayar dari Argentina ke Cape Verde. Dari temuan tersebut, terdapat 3 korban meninggal karena vitus tersebut dengan 8 kasus telah dilaporkan.
Imbauan bagi 12 negara ini terkait salah seorang korban meninggal yang melakukan perjalanan udara dari Saint Helena ke Johannesburg, Afrika Selatan. Mengutip laman resmi WHO, berikut ini daftarnya:
- Kanada
- Denmark
- Jerman
- Belanda
- Selandia Baru
- Saint Kitts dan Nevis
- Singapura
- Swedia
- Swiss
- Turki
- Inggris Raya
- Amerika Serikat
Situasi di Indonesia
Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hantavirus telah lama ada di Indonesia, bahkan sejak tahun 1980-an. Studi komprehensif yang dilakukan di berbagai kota besar menemukan bahwa seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekitar 11,6%.Artinya, dari setiap 10 orang, setidaknya satu pernah terpapar virus ini, meskipun mungkin tidak pernah terdiagnosis. Di Indonesia, penyakit dengan gejala demam lebih sering langsung diasosiasikan dengan dengue, tifoid, atau leptospirosis.
Padahal, hantavirus memiliki gejala awal yang hampir identik: demam, nyeri otot, mual, dan kelelahan. Akibatnya, banyak kasus kemungkinan besar salah diagnosis atau tidak terdeteksi sama sekali.
Oligoryzomys longicaudatus. (michaelweymann/inaturalist)
Fenomena ini dikenal sebagai “iceberg phenomenon”. Terlihat hanya sebagian kecil, sementara kasus sebenarnya jauh lebih besar di bawah permukaan.Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa hantavirus tidak hanya ditemukan di daerah terpencil, tetapi juga di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar. Bahkan dalam satu studi, kasus ditemukan pada pasien yang dirawat di rumah sakit di beberapa kota besar.
Hal ini menunjukkan satu hal penting: urbanisasi dan kepadatan penduduk justru meningkatkan risiko hantavirus. Lingkungan perkotaan dengan sanitasi buruk, permukiman padat, dan pengelolaan sampah yang tidak optimal menjadi habitat ideal bagi tikus.
Selain itu, hantavirus harus jadi perhatian di Indonesia karena reservoir melimpah. Indonesia memiliki setidaknya 15 spesies tikus yang terkonfirmasi membawa virus.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com