Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni. YouTube Kemenkes.
Kemenkes: Tipe Hantavirus di MV Hondius dan Indonesia Beda
Gabriella Thesa Widiari • 11 May 2026 16:22
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, tipe hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius berbeda dengan yang kasus di Indonesia. Terdapat dua tipe hantavirus yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
"Tipe HPS terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Dan tipe HFRS itu berbeda, dan itu terjadi di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia," ujar Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin, 11 Mei 2026.
Andi menjelaskan, kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius merupakan tipe HPS dengan strain Andes virus. Tipe ini biasa tersebar di Amerika Selatan. Binatang pembawa penyakitnya yaitu tikus padi ekor panjang and mencit rusa.
Sementara kasus di Indonesia merupakan tipe HFRS dengan strain Seoul virus. Adapun binatang pembawa penyakitnya yaitu tikus got dan mencit ladang.
Meskipun keduanya menyebabkan hantavirus, namun terdapat perbedaan pada gejala hingga tingkat keparahan. Tipe HFRS memiliki gejala klinis seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, dan tubuh menguning.

Ilustrasi Pexels
Sementara tipe HPS, memiliki gejala klinis utamanya berupa gangguan pernapasan berat, batuk, dan tidak ada gejala tubuh menguning. Adapun masa inkubasinya sekitar 1-8 minggu. Untuk tipe Andes Virus hingga 42 hari. Dengan Case Fatality Rate (CFR) 60 persen.
"Kami ingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati," kata Andi.