Memanas! Roy Suryo Tuding Rismon Palsukan Surat Kematian Demi Hindari Denda Beasiswa

17 April 2026 11:44

Hubungan antara pakar telematika Roy Suryo dengan Rismon Sianipar kian meruncing dan memasuki babak baru. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut menuding Rismon Sianipar telah memalsukan surat kematian saat menempuh pendidikan S3 di Jepang.

Roy Suryo secara terang-terangan menjuluki Rismon sebagai "zombie". Istilah ini ia gunakan bukan tanpa alasan. Menurut Roy, berdasarkan informasi yang ia terima, pihak keluarga terdekat Rismon pernah mengirimkan surat yang menyatakan bahwa Rismon telah meninggal dunia.

"Kenapa saya mengatakan zombie? Karena Rismon itu menurut surat yang dibuat oleh keluarga terdekatnya, dia sudah meninggal dunia," ujar Roy Suryo usai menjalani wajib lapor di Polda Metro Jaya pada Kamis siang, 16 April 2026. 

Lebih lanjut, Roy menjelaskan bahwa motif di balik pembuatan surat kematian palsu tersebut adalah untuk menghindari kewajiban membayar denda atau pengembalian biaya beasiswa kepada Universitas Yamaguchi di Jepang. Nilai denda tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta.

"Dia pernah membuat surat kematian untuk hal yang sangat jahat, yaitu agar dia tidak membayar beasiswanya di Yamaguchi, Jepang. Dia tidak lulus S3-nya, jadi dia bukan doktor," tegas Roy.
 

Baca juga: Kubu Roy Suryo Sebut SP3 Rismon Tak Berlandaskan Hukum

Rismon Sianipar Kritik Kredibilitas Ilmiah Roy Suryo

Di sisi lain, perseteruan ini bermula dari kritik tajam yang dilayangkan Rismon Sianipar terhadap buku karya Roy Suryo yang berjudul 'Jokowi's White Paper'. Rismon menilai tulisan Roy dalam buku tersebut sangat menyesatkan publik dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Menurut Rismon, dari sekitar 700 halaman buku tersebut, kontribusi tulisan Roy Suryo hanya berjumlah 49 halaman. Ia menuding 99,9 persen dari isi tulisan tersebut dianggap palsu karena tidak menyertakan variabel, pengukuran, maupun metode penelitian yang jelas.

"Di dalamnya tidak ada ilmiah sama sekali. Kalau kita lihat jejak digital penulisan buku atau jurnal Pak Roy Suryo kan memang tidak ada, baik di Google Scholar, Scopus, dan lainnya," kata Rismon.

Rismon juga menduga ada motif politik di balik kegigihan Roy Suryo dalam menyebarkan narasi mengenai ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo. Ia pun menantang Roy untuk membuktikan klaim-klaimnya di ranah hukum.

"Jangan sesatkan publik, Pak Roy Suryo. Hentikan itu. Kalau Anda bersikeras, ya sudah kita jumpa di pengadilan," pungkas Rismon.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)