Waspada! Cuaca Ekstrem Masih Mengintai di Masa Pancaroba-Tips Kesehatan

19 April 2026 16:42

Jakarta: Bulan April 2026 menandai periode peralihan musim di Indonesia dari musim hujan menuju musim kemarau.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, mulai memasuki musim kemarau. Meski demikian, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan petir masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh fase pancaroba atau masa transisi musim. Pada periode ini, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau tidak berlangsung secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Akibatnya, sebagian daerah mulai mengalami kondisi kering, sementara wilayah lain masih diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
 

 

Cuaca Ekstrem Masih Terjadi

Secara umum, periode pancaroba pada April hingga Mei ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat. Pagi hingga siang hari cenderung panas dan terik, namun pada sore hingga malam hari berpotensi terjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang akibat terbentuknya awan konvektif.

Kondisi ini juga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, hujan es, hingga sambaran petir.

Faktor Pemicu Hujan

Hujan yang masih sering terjadi pada bulan April dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer. Di antaranya adalah aktivitas gelombang atmosfer serta fenomena Madden-Julian Oscillation yang melintasi wilayah Indonesia dan meningkatkan pembentukan awan hujan.

Selain itu, angin monsun dari Asia menuju Australia, keberadaan sirkulasi siklonik, serta pemanasan suhu udara pada siang hari juga turut memicu terbentuknya awan hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)