Dua Bulan Berlalu, Trauma Banjir Bandang Masih Hantui Warga Aceh Tengah

25 January 2026 23:06

Kehidupan di Dusun Turus, Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, perlahan mulai bangkit pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda dua bulan silam.

Meski akses jalan yang sebelumnya tertutup lumpur dan bebatuan kini telah terbuka kembali, trauma mendalam masih menyelimuti warga. Bagi Arini, salah satu penyintas, hujan bukan lagi sekadar fenomena alam, melainkan pengingat akan pagi yang hampir merenggut segalanya.

Ingatan Arini masih lekat pada peristiwa pagi hari tanggal 27 November 2025. Sekitar pukul 05.00 WIB, suara menggelegar dari arah gunung di seberang rumahnya memecah keheningan. Bukan hanya air, material longsor berupa batu besar dan batang kayu meluncur deras menghantam jalan dan permukiman warga.
 

Baca juga:
Sekolah hingga Musala Hanyut, Desa Seunong di Pidie Jaya Luluh Lantak

Lari Menyelamatkan Anak

Dalam situasi panik, harta benda tak lagi terpikirkan. Arini menceritakan momen mengerikan saat sang suami berteriak memintanya lari menyelamatkan diri dan anak-anak ke tempat yang lebih tinggi.

"Diteriaki sama suami suruh naik ke atas. Tiba-tiba kami naik ke atas, rumah sudah hancur. Rumah depan sudah habis," kenang Arini dengan mata berkaca-kaca.

Tanpa alas kaki dan persiapan apapun, ia menggendong anak-anaknya menembus hujan, meninggalkan rumah mereka yang luluh lantak.

"Menyelamatkan diri naik dari bawah itu, gendonglah semua anak-anak ini. Terus ya menunggu orang (bantuan), enggak ada pergi ke mana-mana lagi," tuturnya.

Kini, bantuan telah berdatangan dan proses pembersihan sisa bencana terus dilakukan. Namun, luka batin belum sepenuhnya kering. Setiap kali langit berubah gelap dan hujan deras turun, jantung Arini berdegup kencang, takut bencana serupa terulang.

Ia kini hanya menggantungkan harapan sederhana: agar anak-anaknya dapat tumbuh dengan aman tanpa harus kembali berlari ketakutan menghindari derasnya air dan gemuruh bebatuan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)