Tak Lagi Sejalan, Xabi Alonso Resmi Hengkang dari Real Madrid-Dunia Olahraga

22 January 2026 11:43

Jakarta: Dunia sepak bola internasional dikejutkan dengan pengumuman resmi terkait masa depan kursi kepelatihan di Stadion Santiago Bernabeu. Xabi Alonso, pelatih berkebangsaan Spanyol, secara resmi memutuskan untuk angkat kaki dan berpisah dengan klub raksasa Spanyol tersebut pada Januari 2026.

Dilansir dari  Media Madridista (media komunitas pendukung setia klub Real Madrid), yang menyebutkan bahwa perpisahan ini diambil sebagai jalan terbaik bagi kedua belah pihak. Hubungan antara sang pelatih dengan tim dilaporkan sudah mencapai titik jenuh dan tidak lagi berjalan harmonis.
 

Poin Krusial di Balik Hengkangnya Xabi Alonso

Berikut adalah beberapa poin krusial di balik hengkangnya Xabi Alonso:

Ketidaksesuaian Filosofi Taktik 

Keretakan hubungan antara Alonso dan tim mulai terasa signifikan sejak gelaran FIFA Club World Cup atau Piala Dunia Antarklub (FCWC) beberapa waktu lalu. Alonso berupaya melakukan revolusi taktik dengan mengimplementasikan model permainan yang lebih modern, berbasis penguasaan ruang dan sirkulasi bola yang sangat spesifik. Namun, visi ini ternyata berbenturan dengan kenyataan di lapangan, di mana pola tersebut dianggap terlalu kompleks dan sulit untuk diterapkan dalam waktu singkat pada kompetisi bertekanan tinggi.

Resistensi Ruang Ganti 

Pendekatan disiplin taktik yang dibawa Alonso dilaporkan memicu resistensi dari beberapa pemain pilar di ruang ganti. Skuad tim utama, yang mayoritas telah memenangkan banyak gelar dengan gaya permainan lebih cair dan pragmatis, merasa tidak sepenuhnya sejalan dengan instruksi baru tersebut. Ketegangan ini sering kali memicu benturan ide, tidak hanya saat pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam sesi latihan harian yang menjadi sangat kaku bagi sebagian besar pemain bintang.

Kurangnya Adaptasi Skuad 

Alonso merasa tidak ada tanda-tanda adaptasi yang positif maupun penerimaan yang cukup dari para pemain terhadap skema permainannya. Bagi Alonso, mundur adalah langkah yang paling logis daripada harus terus berkonflik dengan pemainnya sendiri. Ia menegaskan dalam berbagai kesempatan internal bahwa ia tidak ingin memaksakan visi kepelatihannya jika tidak mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota tim, karena hal itu hanya akan merugikan performa klub secara keseluruhan.

Pernyataan Perpisahan 

Dalam momen perpisahan tersebut, Alonso menekankan bahwa pilihannya pergi adalah demi menjaga stabilitas klub. Ia sangat memprioritaskan keharmonisan ruang ganti sebagai kunci utama menuju kesuksesan. Alonso merasa kehadirannya saat ini justru menjadi penghambat potensi maksimal tim karena adanya perbedaan pandangan teknis yang terlalu tajam antara staf pelatih dan pemain, sehingga ia memilih untuk memberikan jalan bagi sosok baru yang mungkin lebih cocok dengan profil skuad saat ini.

Kepergian Xabi Alonso tentu meninggalkan kekosongan besar di struktur kepelatihan klub raksasa tersebut. Manajemen klub kini dihadapkan pada tantangan besar untuk segera menunjuk suksesor yang mampu meredam gejolak internal dan menyatukan kembali visi bermain para bintang dunia di Santiago Bernabeu.
 

Hingga saat ini, Real Madrid belum memberikan pernyataan resmi mengenai siapa pelatih sementara atau kandidat tetap yang akan menggantikan posisi Alonso. Penggemar sepak bola di seluruh dunia kini menantikan ke mana langkah strategis Alonso selanjutnya setelah petualangan singkatnya berakhir di ibu kota Spanyol.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)